<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739</id><updated>2011-04-22T02:07:43.604+07:00</updated><title type='text'>nasehat kecil dari si kecil</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-4003373435370259119</id><published>2009-01-19T17:42:00.002+07:00</published><updated>2009-01-19T17:46:41.631+07:00</updated><title type='text'>Tombo Hati (Obat Hati) JILID 4</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Di dalam Adabul Mufrod karya Imam al-Bukhori disebutkan sebuah hadist yang diriwayatkan dari Qubaishah bin Burmah al-Asadi, dia berkata, aku bersama Nabi SAW dan mendengar beliau bersabda, &lt;i&gt;”Ahli kebaikan di dunia adalah ahli kebaikan di akhirat dan ahli kemungkaran di dunia merupakan ahli kemungkaran di akhirat.” &lt;/i&gt;(hadist shohih, diriwayatkan juga di dalam ad-Durr al-Mantsur as-Suyuthi dan al-Hakim) Selain itu Imam al-Bukhari (juga oleh Imam Tirmidzi) meriwayatkan; &lt;i&gt;Al-arwahu junnuudun mujannadah – Ruh itu gerombolan yang digerombolkan (kumpulan yang dikumpulkan, bala yang dibalakan).&lt;/i&gt;&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Spirit inilah yang diusung untuk menorehkan bait lirik syair tombo ati yang ketiga – &lt;i&gt;Kaping telu wong kang sholeh kumpulono. &lt;/i&gt;Kalau kita berkumpul dengan orang-orang baik, maka kita akan diselimuti aura baik pula. Orang baik itu seperti penjual minyak wangi – kata Nabi. Jadi orang baik itu akan menyemprotkan wangi-wangiannya ke sekelilingnya. Jadi sekitarnya akan menjadi harum karenanya. Oleh karena itu dekat-dekatlah kita kepada penjual minyak wangi sebab kalaupun toh tidak mampu membeli kita akan memperoleh bau wanginya – itulah dawuh Kanjeng Nabi.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Dari Anas r.a., ia menuturkan, Rasululloh SAW bersabda, &lt;i&gt;”Dan perumpamaan teman duduk yang baik itu bagaikan penjual minyak wangi kasturi, jika minyak kasturi itu tidak mengenaimu, maka kamu akan mencium bau wanginya. Dan perumpamaan teman duduk yang jelek adalah seperti tukang pandai besi, jika kamu tidak kena arangnya/percikanny&lt;wbr&gt;a, maka kamu akan terkena asapnya.”&lt;/i&gt; (Rowahu Abu Dawud).&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Kita sering melihat perkumpulan – perkumpulan, klub-klub berdiri, bahkan banyak - berseliweran di sekitar kita. Yang punya Harley Davidsons (HD) bikin HDI club. Yang punya susuki satria bikin Jakarta Satria Club. Ada klub olah raga, klub motor, klub sepeda mirip motor, klub remaja, milist group dll. Itu semua menunjukkan sifat esensial manusia, yaitu berkumpul dalam kesamaan dan keseragaman seperti sesama jenisnya, tujuan atau kepunyaan. Karena semangat kodrati bahwa ruh itu mencari teman yang sejenis. Dampak dari inilah, maka dianjurkan untuk berkumpul dengan orang baik dalam rangka menjaga hati kita untuk tetap menjadi baik. Kita akan malu berbuat jelek ditengah orang yang baik. Kita sungkan bicara jorok di tengah perkumpulan orang alim. Kita takut berbuat nista di tengah para ulama. Kita terdiam – tepekur – untuk menginduksi sekeliling dan sekitar kita. Kita ternganga menginspirasi kebaikan yang ada di depan kita. Kemudian meresapi dan menyerapnya. Selanjutnya kita akan meniru tindakan baik orang di sekitar kita. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Nabi bersabda, ”&lt;i&gt;Agama seseorang itu tergatung teman sepergaulannya, maka melihatlah engkau pada siapa berteman&lt;/i&gt;?” (Rowahu at – Tirmidzi) Teman yang baik adalah teman yang setia di kala susah dan senang. Dan hati yang baik adalah hati yang mampu beradaptasi dengan situasi apapun. Oleh karena itu segeralah melatih hati kita untuk berkumpul dengan orang-orang baik, pergaulan yang baik dan media yang baik. Sebab untuk menjadi jelek itu lebih gambang daripada menjadi baik. Sesuai kata pepatah; &lt;b&gt;&lt;i&gt;sebab nila setitik rusak susu sebelanga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Jadi kalau tidak krasan dengan tempat pergaulan kita cermatilah. Biasanya orang yang suka ngaji akan senang di lingkungan orang ngaji. Orang yang tidak ngaji akan gerah berada di tempat orang yang suka ngaji. Begitu sebaliknya. Dan hati kita telah berbicara dengan caranya, maka kenalilah.&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="NO-BOK"&gt;Untuk berkumpul perlu media – perlu wadah. &lt;/span&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Nah kita telah mempunyai semua itu. Tinggal kemampuan dan kemauan kita untuk memilah dan memilih dalam wadah yang sesuai dengan karakteristik dan interest kita. Kalau p&lt;/span&gt;engin jadi orang faham, seringlah berkunjung ke majelis ta’lim, berkumpulah dengan orang yang mempunyai kefahaman tinggi. Berkunjunglah ke masjid – masjid, berkumpul dengan para mubaligh, para ulama. Jangan pergi ke bar dan diskotik. Seandainya pengin jadi orang kaya berkumpulah dengan orang kaya, biar cepat ketularan kaya. Kalau pengin pinter segeralah bergabung dengan study klub, jangan pergi ke PS – PS dan bermain terus. Namun yang terpenting dari itu semua adalah isilah hati dengan kata mutiara – kalimat hikmah. Dijamin akan berkualitas dan &lt;i&gt;moncer&lt;/i&gt;, sehingga bisa menghilangkan sakit-sakit dan borok – borok, noktah hitam yang dikatakan sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;ron&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dalam quran. &lt;span lang="PT-BR"&gt;Sehingga &lt;span style="font-style: italic;"&gt;manahna&lt;/span&gt; bisa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;beunghar&lt;/span&gt;, luas tanpa batas. Bisa menampung serta menyaring semua aspirasi, mengimplementasikan&lt;wbr&gt;nya dengan kualitas kepribadian yang agung, yoni, mulya dan berwibawa. Sebab hati kita bugar, tidak sakit lagi. &lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: trebuchet ms;"&gt;&lt;span lang="PT-BR"&gt;Selain itu dengan berkumpul dengan orang yang sholih menjadikan kita mempunyai cermin yang bisa membuang segala kotoran yang ada di dalam diri kita. Orang – orang sholih itu menjadi kaca benggala buat kita. Dengannya kita tahu apa yang baik dan apa yang jelek.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Jadilah kita insan paripurna. Kalau salah ada yang mengingatkan. Kalau salah ada yang menasehati. Dawuh Kanjeng Nabi SAW, &lt;i style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;“Seorang mukmin adalah cermin bagi saudaranya, seorang mukmin saudara bagi mukmin yang lain, ia harus menjaga perbuatan saudaranya dan melindunginya dari belakang.”&lt;/i&gt; (Adabul mufrod – Imam Bukhori, Abu Dawud – no. 4918 derajat hadist hasan).&lt;o&gt;&lt;/o&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;span style="font-family: trebuchet ms;font-family:Tahoma;"  lang="PT-BR"&gt;Jadi carilah teman dan tempat pergaulan yang baik. So,....kenalilah temanmu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-4003373435370259119?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/4003373435370259119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=4003373435370259119' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4003373435370259119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4003373435370259119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2009/01/tombo-hati-obat-hati-jilid-4.html' title='Tombo Hati (Obat Hati) JILID 4'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-3396101502904061297</id><published>2009-01-15T07:20:00.002+07:00</published><updated>2009-01-15T07:33:44.971+07:00</updated><title type='text'>Tombo Hati (Obat Hati) JILID 3</title><content type='html'>Kaping pindo sholat wengi lakonono. Terbayang bukan bagaimana syahdunya instrumen musik yang dibawakan Kyai Kanjeng, ketika mengiringi lirik lagu ini. Gabungan gamelan dan instrumen modern melebur jadi satu dengan sentuhan apik versi Djadug Ferianto – yang anaknya Bagong Kussudiarto – saudaranya Si Butet dari Jogja itu. Atau aransemen yang mengiringi Opick. Benar – benar eunak. Ternyata lebih apik lagi, ketika kita bisa melaksanakan lirik lagu tersebut. Yaitu menjalankan sholat - sholat sunah. Bisa di waktu siang maupun malam, terutama sholatu al-lail.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-family:times new roman;" &gt;Dari Abu Huroiroh r.a., dia berkata, Rasululloh SAW bersabda, ”Sebaik – baik puasa setelah ramadhan adalah bulan Allah Muharram, dan sebaik – baik sholat setelah sholat wajib adalah sholat malam.” (Rowahu Muslim, Abu Dawud, at – Tirmidzi, an – Nasa’i dan Ibnu Khuzaimah didalam shohihnya).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-family:times new roman;" &gt;Dalam Surah Al- Baqoroh ayat 153 Allah berfirman; “Wahai orang – orang yang beriman minta tolonglah kalian kepada Allah dengan shobar dan sholat. Sesungguhnya Allah beserta orang – orang yang sabar.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud kata sholat  di sini, merujuk pada keterangan para mufassirin adalah melaksanakan sholat-sholat sunah. Dan sholat sunah itu banyak macamnya. Ada sholat sunah rowatib yaitu sholat sunah sebelum dan atau sesudah sholat wajib. Ada sholat dhuha, mulai 2 rekaat sampai 12 rekaat – yang dua - dua atau empat - empat. Ada sholat tasbih, sholat hajat, sholat istikhoroh dan sholat tahajud. Lainnya masih ada sholat syukur wudhu yaitu 2 rekaat setelah wudhu, ada tahiyyatul masjid, sholat taubat dan lain – lainnya. Begitu banyak jenis dan macamnya, tinggal kita memilih mana yang kita suka dan bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau sholat wajibnya tertib (awal waktu), besar kemungkinan orang tersebut dapat melakukan sholat sunah rowatib. Berbeda dengan orang yang sholat wajibnya mepet-mepet. Untuk sholat wajib saja harus berkejaran dengan waktu, otomatis tidak ada waktu tersisa buat sholat sunah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat sunah mempunyai arti penting sebab fungsinya sebagai suplemen sholat wajib kita: menambal apa-apa yang kurang dan melengkapi sesuatu yang bolong-bolong. Berarti semakin banyak melakukan sholat sunah semakin banyak waktu untuk berbisik-bisik menghadap Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold; color: rgb(153, 0, 0);font-family:times new roman;" &gt;Dari Abu Umamah al-Bahilli r.a., dari Rasululloh SAW, beliau bersabda, “Tetapilah atas kalian qiyam al-lail, karena itu adalah kebiasaan orang – orang sholeh sebelum kalian, dan merupakan pendekatan diri kepada Rabb kalian, pelebur kesalahan – kesalahan dan pencegah dari dosa – dosa.” (Rowahu at- Tirmidzi dalam al-Jami’, Ibnu Abid Dunya dalam Kitab at-Tahajjud, Ibnu Khuzaimah dalam shahihnya dan alHakim dari Abdullah bin Shalih.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke masalah asal, sholat sunah sebagai tombo ati, perlu racikan tertentu agar tak luntur ditelan waktu dan tak hilang diambil kesibukan. Yang pertama perlu disesuaikan adalah kecocokan waktu dan kemauan diri kita untuk melakukan itu. Sebab kendala utama adalah males. Mungkin hanya di bulan puasa saja kita agak tertib sholat sunahnya, tapi sesudahnya seperti disapu angin, ditelan badai. Kedua adalah prioritas – mana dan kapan kita tekadkan untuk melaksanakan. Jangan tunda dan tunggu-tungu lagi, keburu terluka hati ini. Simaklah hadits berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(102, 0, 0);font-family:times new roman;" &gt;Dari Abu Huroiroh r.a., bahwa Rasululoh SAW bersabda, ”Setan membuat tiga simpul di tengkuk salah satu kalian ketika tidur, di tiap – tiap simpul setan membisikkan, ’Malammu masih panjang, tidurlah terus’. Jika dia terbangun dan dzikir kepada Allah maka satu simpul terbuka, jika dia berwudhu, maka satu simpul lagi terbuka, jika dia sholat, maka seluruh simpulnya terbuka, maka dia menjadi orang yang semangat lagi berjiwa bersih, jika tidak maka dia berjiwa kotor lagi malas.” (Rowahu Bukhori, Muslim, Abu Dawud dan an-Nasa’i)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat Ibnu Majah terdapatperbedaan redaksi sebagai berikut;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 102); font-style: italic;"&gt;”...Maka dia menjadi orang yang bersemangat, berjiwa bersih, dan telah meraih kebaikan. Jika dia tidak melakukannya, maka dia menjadi orang yang malas, berjiwa kotor dan tidak meraih kebaikan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi tunggu apalagi, segeralah bersihkan dan segarkan hati dan jiwa kita dengan sholat malam dan banyak sholat malam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-3396101502904061297?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/3396101502904061297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=3396101502904061297' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/3396101502904061297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/3396101502904061297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2009/01/tombo-hati-obat-hati-jilid-3.html' title='Tombo Hati (Obat Hati) JILID 3'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-4871032072516093756</id><published>2009-01-14T11:06:00.000+07:00</published><updated>2009-01-14T11:10:25.686+07:00</updated><title type='text'>Tombo Hati (Obat Hati) JILID 2</title><content type='html'>Lagu tombo ati jarang dinyanyikan dengan ugal-ugalan. Biasanya dilantunkan dengan penuh penghayatan – sambil melek merem – melek merem. Walaupun Inul sekalipun yang melantunkan, dijamin tidak ada goyang ngebornya. Lagu ini seperti punya karisma tersendiri sebab muatan isinya – yang agung dan suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa obat hati yang pertama adalah moco quran sakmaknane – membaca quran beserta menghayati maknanya. Allah berfirman di dalam Surat Yunus ayat 57;”Wahai manusia sungguh telah datang kepada kalian perkeling/nasehat dari tuhan kalian dan obat bagi apa – apa yang ada di dalam dada (hati) dan petunjuk serta rohmat bagi orang – orang yang beriman.”   Ayat ini dengan jelas menjelaskan bahwa sebagian dari fawaidz (manfaat atau faidah) Alquran adalah sebagai obat apa – apa yang ada di dalam dada yaitu hati. Bagaimana caranya bisa jadi obat yaitu dengan cara dibaca, dikaji dan dihayati maknanya. Sebab dengan begitu akan turun sakinah – ketenangan - dan rohmat dari Allah SWT. Imam Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an Nasa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dalam shohihnya dan al-Hakim meriwayatkan sebuah hadist dari Abu Huroiroh sebagai berikut, bersabda Rasulullah SAW, ”Dan tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah dari rumah Allah sembari mereka membaca kitab Allah dan saling menderes (mengkaji) diantara mereka, kecuali malaikat mengelilingi/meliputi mereka, turun ketenangan atas mereka, dan rohmat menaungi mereka dan Allah menyebut mereka di depan para malaikat di sisiNya”. Aduhai asyiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita sering membaca – minimal 3 ayat sehari – tapi diakui atau tidak, kita jarang sekali menghayati maknanya ayat per ayat. Apalagi kalau speed membacanya cepat, banyak makna yang tertinggal atau ketinggalan. Makna yang terkandung dalam ayat yang dibaca acap terlewat begitu saja. Kecuali, mungkin – ayat yang sudah sering kita hafal benar artinya seperti dalil-dalil pokok, pasti baru ngeh. Jadi ada hambatan psikologis, mengenai pemahaman makna ketika kita sedang membaca. Apalagi yang bahasa arabnya kurang bagus – bukan mubaligh maksudnya – insya allah punya kendala yang besar untuk memahami apalagi sambil membaca. Padahal kata para sayyid, ulama salaf – yang ada dalam gandangannya dikatakan bahwa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa khairu jaliisu laa yumallu haditsuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wa tardatuhu zadathu fiihi tajammulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik teman duduk adalah quran, dimana ceritanya tidak membosankan dan kalau mengulang-ngulangnya akan semakin bertambah dan terasa keindahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita meraihnya, seperti gandangan itu, menjadikan alquran teman duduk, mengulang ceritanya dan mendapatkan keindahannya. Terlebih bagi yang bersuara emas. Dari Barra’ bi Azib r.a, dia berkata Rasulullah SAW bersabda, “Hiasilah Al-quan dengan suara kalian.” (diriwayatkan didalam Abu Dawud, an – Nasa’i dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita membaca quran semua panca indera terpusat menjadi satu. Mata melihat deretan hurufnya, telinga mendengarkan suara yang kita dendangkan, pikiran terpusat ke makna ayatnya. Sedangkan kulit kita merasakan getaran suasananya. Syahdu. Dan hati kita terkonsentrasi – terinduksi oleh kesadaran indera kita sehingga sejuk – tenang – damai – khusyu pembawaannya sebab diliputi rohmat adanya. Ditambah lagi, bahwa ketika kita sedang membaca quran laksana kita berbincang langsung dengan Allah. Hal ini menyambungkan sifat rahim yang ada di kita pada rahimnya Allah. Penuh kasih – penuh cinta yang akhirnya terpancar pada kepribadian kita. Oleh karena itu, kenapa orang yang faqih tidak bosan-bosannya untuk membaca quran dan menemukan betapa indahnya syair dan kandungan ceritanya. Terkadang pula menangis dibuainya. Sebab hati menjadi tenang – sejuk dan damai karenanya. Berlama-lama akan semakin suka. Berlama-lama semakin aduhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kita tidak menemukan itu ketika membaca quran? Berarti belum menemukan blessing in quran. Dan banyak faktor yang mempengaruhinya. Yang jelas kalau saat ini kita telah melakukan rutinitas membaca quran, berarti tinggal selangkah lagi untuk menemukan blessing itu. Percayalah. Selangkah lagi untuk menemukan rahasia hati – mengobati hati. Mengelola naik-turunnya iman yang termuat didalamnya. Teruslah mencoba dan mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup ingatlah hadist berikut. Dari Abu Huroiroh r.a, dia berkata Rasululloh SAW bersabda, ”Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dalam satu malam, maka dia tidak akan dicatat termasuk orang – orang yang lalai.”  (rowahu Hakiim) Semoga mencukupi dan memotivasi untuk membaca lebih dari 3 ayat sehari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-4871032072516093756?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/4871032072516093756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=4871032072516093756' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4871032072516093756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4871032072516093756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2009/01/tombo-hati-obat-hati-jilid-2.html' title='Tombo Hati (Obat Hati) JILID 2'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-6035548236468197717</id><published>2009-01-13T11:11:00.001+07:00</published><updated>2009-01-13T11:18:14.587+07:00</updated><title type='text'>Selayang pandang ilmu hadist</title><content type='html'>Assalamu'alaikum wr. wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits adalah sumber ajaran kedua setelah Al Qur'an bagi umat Islam. Artinya, Hadits sebagai dasar dan dalil yang mengatur tentang masalah aqidah, hukum dan etika bersama Al qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan Hadits bagi Al Qur'an adalah sebagai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bayan tafsir: menjelaskan apa yang terkandung dalam Al Qur'an. Penjelasan itu berupa:&lt;br /&gt;- Merinci yang mujmal: misalnya, Al Qur'an mewajibkan wudhu' bagi orang yang akan sholat. Hadits menjelaskan rincian wudhu, bilangan membasuh dan batas-batas membasuh.&lt;br /&gt;- Membatasi yang mutlaq: misalnya Al Qur'an menetapkan hukum potong tangan bagi pencuri. Hadits menjelaskan tentang batasan nilai barang yang dicuri yang menyebabkan terjadinya hukum potong tangan.&lt;br /&gt;- Mentakhshish yang 'am: misalnya Al Qur'an menjelaskan tentang waris dan orang-orang yang berhak mendapat warisan. Hadits memberi pengecualian bagi orang yang membunuh tidak berhak mendapat waris.&lt;br /&gt;2. Bayan taqrir: menjelaskan ketetapan-ketetapan dalam Al Qur'an. Misalnya, menjelaskan wajibnya wudhu' bagi orang yang akan sholat sebagaimana Al Qur'an telah menjelaskan demikian.&lt;br /&gt;3. Bayan tasyri': menetapkan berlakunya hukum baru. Misalnya, menetapkan hukum bagi pelaku zina muhshon (orang yang telah berkeluarga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits adalah segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW berupa ucapan (qauly), perbuatan (fi'ly) dan ketetapan (taqriry).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits qauly adalah hadits yang berisi tentang ucapan Nabi SAW. Hadits fi'ly berisi tentang perbuatan Nabi SAW yang dideskripsikan oleh Sahabat. Sedang hadits taqriry adalah hadits yang berisi tentang persetujuan atau ketetapan Nabi SAW terhadap ucapan atau perbutan yang dilakukan oleh Sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits qauly menempati derajat pertama dari segi keshahihannya, kemudian hadits fi'ly. Sedang hadits taqriry menempati posisi paling lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan susunannya, hadits terdiri dari sanad dan matan. Sanad atau isnad adalah mata rantai periwayatan Hadits dari penulis hadits dengan generasi di atasnya hingga kepada Nabi SAW. Sedang matan adalah redaksi atau bunyi hadits.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan sampai dan tidaknya suatu riwayat kepada Rasulullah SAW, hadits terbagi menjadi 3 macam: Hadits Marfu', Hadits Mauquf dan Hadits Maqthu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Marfu' adalah hadits yang periwayatannya sampai kepada Rasulullah SAW. Hadits Mauquf adalah hadits yang periwayatannya sampai kepada Sahabat. Sedang hadits Maqthu' adalah hadits yang periwayatannya sampai pada Tabiin. Berdasarkan pengertiannya, hadits yang bisa dijadikan dasar hukum umat Islam adalah Hadits Marfu'. Sedang Hadits Mauquf hanya mencapai tingkat khabar dan Hadits maqthu' hanya mencapai tingkat atsar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut jalur periwayatannya, hadits terbagi atas hadits mutawatir dan hadits ahad.  Hadits mutawatir adalah hadits yang diriwayatkan banyak orang dalam setiap generasi sanad, dari awal sanad hingga akhir, ditangkap secara inderawi dalam proses penyampaiannya dan mustahil terjadi persekongkolan bohong. Sedang hadits ahad adalah hadits yang diriwayatkan melalui jalur dari segi jumlahnya tidak memenuhi syarat mutawatir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ahad dari segi penerimaannya terdiri atas hadits maqbul (diterima) dan hadits mardud (ditolak). Haidts maqbul meliputi hadits shahih  dan hadits hasan. Hadits mardud meliputi hadits dhaif dan hadits maudhu'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits shahih, suatu hadits yang mempunyai syarat-syarat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sanadnya muttashil (sambung bersambung) sampai kepada Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;b. Para perawinya terdiri atas orang-orang yang: adil, istiqomah (kokoh pada pendiriannya), kuat daya ingatnya, menjaga muru'ah (kehormatannya), tidak fasik, berakhlaq baik.&lt;br /&gt;c. Kedudukan haditsnya tidak syadz (janggal), tidak ada sesuatu yang tersembunyi atau tidak nyata yang menyebabkan hadits menjadi cacat (illat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits hasan memiliki syarat-syarat menyerupai shahih tetapi dari segi daya ingat perawinya berada di bawah shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits dhaif adalah hadits yang sanadnya tidak muttashil, materi haditsnya syadz atau terdapat cacat, diriwayatkan oleh orang yang tidak adil, kurang kuat daya ingatnya. Sedangkan hadits maudhu' adalah hadits yang dicurigai palsu atau buatan karena dalam rangkaian sanadnya terdapat orang yang terindikasi berdusta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Methode penyampaian hadits ada 8, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. As Sama'&lt;br /&gt;yaitu suatu metode penyampaian langsung antara guru dengan murid. Guru membacakan hadits, bentuknya bisa membaca hafalan, membacakan kitab, tanya-jawab atau dikte. Dalam proses penyampaian hadits, metode inilah yang paling kuat. Istilah yang dipakai adalah: Sami'tu, Haddatsana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Al 'ardhu&lt;br /&gt;yaitu seorang murid membacakan hadits dihadapan guru. Dalam methode ini seorang guru dapat mengoreksi hadits yang dibacakan murid. Istilah yang dipakai adalah: Akhbarona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Al ijazah&lt;br /&gt;yaitu pemberian ijin seorang guru kepada murid untuk meriwayatkan hadits tanpa membacakan hadits satu per satu. Istilah yang dipakai adalah:  An ba ana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Al Munawalah&lt;br /&gt;yaitu seseorang memberi satu atau beberapa buah hadits kepada orang lain tanpa menyuruh untuk meriwayatkannya. Istilah yang dipakai adalah: An ba ana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al Mukatabah&lt;br /&gt;yaitu seseorang memberi catatan hadits kepada orang lain. Hal ini mirip dengan methode ijazah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. I'lam As Syaikh&lt;br /&gt;yaitu guru menginformasikan kepada muridnya, bahwa buku tertentu adalah hasil periwayatannya dari seseorang tanpa menyebut namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Al Washiyah&lt;br /&gt;yaitu guru mewasiatkan buku catatan hadits kepada muridnya sebelum meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Al wijadah&lt;br /&gt;yaitu seseorang menemukan catatan hadits seseorang tanpa ada rekomendasi untuk meriwayatkan hadits itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pendapat berkenaan dengan methode wijadah. Ulama dari Malikiyah menolak methode ini, sedangkan ulama As Syafiiyyah menerimanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Malikiyah berpendapat, bahwa methode wijadah tidak bisa diterima riwayatnya, karena methode ini masuk katagori maqthu', terputus jalan periwayatannya karena tidak adanya pertemuan langsung antara guru dengan murid. Syekh Al Albany dalam kitabnya "Ad Dhaifah" cenderung mendhaifkan. Begitu pun Ibnu Katsir dalam "Tafsir Al Qur'an Al Adzim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan As Syafi'iyyah berpendapat boleh. Pendapat ini didukung oleh Imam Nawawy dan Ibnu Sholah. Dalam kitab "Ulumul Hadits" Ibnu Sholah mengatakan: "Inilah yang mesti dilakukan pada masa-masa akhir ini. Karena seandainya pengamalan itu tergantung pada periwayatan hadits maka akan tertutuplah pintu pengamalan hadits yang dinukil (dari Nabi SAW) karena tidak mungkin terpenuhi syarat periwayatan padanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pembolehan ini ada batasannya. Sebagaimana disyaratkan dalam kitab "Al Baitsul Hatsits", bahwa penulis kitab yang ditemukan (diwijadahi) adalah orang yang terpercaya dan sanad haditsnya shahih, sehingga wajib mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yang membolehkan ini bersandar pada sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mahluk mana yang menurut kalian (para sahabat) paling menakjubkan keimanannya?" Mereka berkata: "Para malaikat." Nabi SAW bersabda: "Bagaimana mereka tidak beriman, sedang mereka di sisi tuhan mereka." Mereka (para sahabat) menyebut: "Para nabi." Nabi SAW menjawab: "Bagaimana mereka tidak beriman, sedang wahyu turun kepada mereka." Mereka mengatakan: "Kalau begitu kami." Beliau menjawab: "Bagaimana kalian tidak beriman, sedang aku ada di tengah-tengah kalian." Mereka mengatakan: "Lalu siapakah wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Orang-orang yang datang setelah kalian, mereka mendapatkan lembaran-lembaran lalu mereka beriman dengan apa yang di dalamnya." (HR. Ahamad, Ad Darimy).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian sekilas uraian tetang ilmu hadits, semoga dapat menambah wawasan kita tentang tahammul wal ada' (menerima dan menyampaikan) dalam proses transformasi ilmu hadits.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-6035548236468197717?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/6035548236468197717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=6035548236468197717' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/6035548236468197717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/6035548236468197717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2009/01/selayang-pandang-ilmu-hadist.html' title='Selayang pandang ilmu hadist'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-1307521045231253763</id><published>2009-01-13T10:53:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T10:55:15.499+07:00</updated><title type='text'>Menjaga Niat</title><content type='html'>Sebagai perkeling buat kita saat ini, saya ingin menyampaikan sedikit tarikh islam yaitu mengenai Masjid Dhiror yang tersebut di dalam Surat Taubat ayat 107 – 108. Kenapa? Karena ada ’kemiripan pola’ jaman itu dengan keadaan sekarang. Maksud saya ketika islam mulai berjaya dan banyak bangunan – bangunan didirikan. Tujuannya hanya satu yaitu tetep menjaga niat kita semua. Niat yang benar, mukhlish lillah karena Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebencian Abudullah bin Ubay bin Salul kepada Rasulullah saw sudah sampai ke ubun-ubun. Abdullah bin Ubay merasa bahwa sejak Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dianggap pesaing beratnya. Namun, untuk melawan secara langsung tidak mungkin, karena Rasulullah SAW amat dicintai golongan Anshor, Muhajirin, dan kelompok minoritas lainnya. Maka, yang dapat ia lakukan adalah politik lempar batu sembunyi tangan. Salah satu program lempar batu sembunyi tangan untuk memecah belah kelompok di wilayah Madinah adalah dengan mendirikan masjid, yang disebut dengan Masjid Dhiror. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat cerita, Abdullah bin Ubay dan kroni-kroninya selesai membangun Masjid Dhiror. Abdullah bin Ubay lalu mendatangi Nabi SAW dan memintanya mengimami shalat jenazah di masjid itu. Pulang dari medan perang Tabuk, Nabi SAW berhenti sebentar di Dzi Awan, suatu tempat jarak perjalanan kaki satu jam dari kota Madinah. Di samping Nabi, mereka juga menunggu kedatangan Abu Amir, seorang pendeta Nasrani dari Suriah yang akan datang dengan pasukan romawinya. Tapi sayang, Abu Amir tidak datang karena keburu meninggal di Suriah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semula Nabi SAW akan datang memenuhi undangan tersebut. Namun Umar bin Khatthab memprotes Nabi SAW karena telah lama mengenal Abdullah bin Ubay dan konco - konconya sebagai pihak yang sering merugikan Islam dan umatnya. Namun, Nabi SAW belum memiliki alasan kuat untuk membatalkan kedatangannya ke masjid itu hingga turun ayat 107-108 surat At-Taubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguh- nya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas wahyu itu, Nabi SAW memanggil sahabat Malik bin Dakhassy, Ma'un bin Ady, dan Ashim bin Ali ''Berangkatlah kalian ke Masjid Dhiror yang dibangun oleh orang zalim dan munafik itu. Bakar dan hancurkan,'' kata Nabi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tadi merupakan salah satu contoh bagaimana orang atau kelompok orang yang di dalam hatinya memiliki niat yang jelek alias jahat. Suatu niat tersembunyi di dalam hati, yang sangat sulit untuk dideteksi. Hanya pelakunya dan Allah saja yang mengetahui, sehingga Nabi pun sebagai manusia bisa terkecoh juga. Namun, sekalipun niat itu tersembunyi di dalam hati, tetapi buahnya akan dituai sesuai dengan lurus tidaknya niat itu. Barang siapa menabur angin, dia pasti akan menuai badai. Barang siapa yang memiliki niat busuk, maka dia akan menerima akibat di belakang hari sesuai dengan yang diniatkan itu. Allah berfirman dalam Surat Yunus ayat 23: ”Hai manusia, sesungguhnya (bencana) kezalimanmu akan menimpa dirimu sendiri.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak sekarang kita memiliki dan mendirikan bangunan – bangunan yang wah, tetapi sudahkah kita yakin bahwa niat kita tidak berubah? Tetap murni – li i’la kalimatullahi hiyal ulya. Hal – hal itu tidak mempengaruhi kepribadian kita? Sedikit pun? Alhamdulillah jika tetap terjaga niat kita. Namun jika hal itu berpengaruh terhadap diri kita, mari segera kembali. Sadarkan diri, sebelum semua itu berbalik kepada diri kita dan percuma ’ndak ada pahala di sisiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda; ”Sesungguhnya setiap amal perbuatan itu tergantung pada niat, dan bahwa tiap-tiap orang itu mendapat balasan sesuai apa yang ia niatkan.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang secara tak sadar saya menirukan lagunya Lobow, ketika berada di samping istri;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau cantik hari ini/Dan aku suka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau lain hari ini/Dan aku suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa coba maksudnya? Itulah suasana hati. Apa yang kita lakukan terkadang adalah cerminan niat dalam diri kita. Dan sering memang kita tidak menguasainya. Mungkin di kesempatan lain, di tempat lain dan suasana yang lain kita bisa berbuat lebih dari itu.  Bisa pamer, ingin dipuji, maksud samar dan lainnya yang membuat amal perbuatan kita jadi muspro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, berhati-hatilah dengan suasana hati kita, yang kadang-kadang tidak bisa kita kendalikan. Memang benar bahwa kita itu memiliki hati, namun kita tidak mungkin menguasai hati kita sepenuhnya. Perlu perjuangan berat dan melelahkan untuk menjaga hati kita, agar ingat sepenuhnya setiap waktu - setiap saat hanya kepadaNya. Dan kepada kita diajarkan untuk berdoa: Wahai, Zat yang Membolak-balikkan hati, berilah kami ketetapan hati di dalam agama-Mu!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-1307521045231253763?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/1307521045231253763/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=1307521045231253763' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/1307521045231253763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/1307521045231253763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2009/01/menjaga-niat.html' title='Menjaga Niat'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-4249001938514510622</id><published>2009-01-13T10:46:00.000+07:00</published><updated>2009-01-13T10:52:37.707+07:00</updated><title type='text'>Tombo Hati (Obat Hati)</title><content type='html'>Tombo ati (Obat Hati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita mendengar lagu ini. Bahkan grupnya Emha – Kyai Kanjeng – sempat  mempopulerkan kembali – repro – lagu  ini. Dengan latar gamelan tradisional lewat aransemen Djadug Ferianto, alunan lagu ini serasa nikmat sekali didengar. Tak kalah juga lantunan Opick yang syahdu itu. Gubahan lagu ini terus menusuk relung jiwa. Bahkan tak jarang mulut kita ikut menirukan, seraya lagi mendendangkannya. Di masyarakat jawa ; Jawa Tengah dan Jawa Timur – utamanya komunitas NU, lagu ini adalah lagu andalan yang sering jadi lagu puji-pujian di masjid. Saya sendiri sudah mengenal dan hafal lagu ini sejak SD. Yah tak lain, karena dulu memang sering dilantunkan sehabis adzan menunggu pelaksanaan sholat berjamaah di masjid dekat rumah. Lagu itu hafal di luar kepala. Lirik lagu itu kira-kira begini (versi Opick, sebab ada beberapa versi menurut dialek masing2 daerah) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tombo ati iku limo perkarane&lt;br /&gt;kaping pisan moco Qur’an lan maknane&lt;br /&gt;kaping pindo sholat wengi lakonono&lt;br /&gt;kaping telu wong kang sholeh kumpulono&lt;br /&gt;kaping papat kudu weteng ingkang luwe&lt;br /&gt;kaping limo dzikir wengi ingkang suwe&lt;br /&gt;salah sawijine sopo biso ngelakoni&lt;br /&gt;mugi-mugi Gusti Allah nyembadani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;obat hati ada lima perkaranya&lt;br /&gt;yg pertama, baca Qur’an dan maknanya&lt;br /&gt;yang kedua, sholat malam dirikanlah&lt;br /&gt;yg ketiga, berkumpullah dng orang sholeh&lt;br /&gt;yg keempat, perbanyaklah berpuasa&lt;br /&gt;yg kelima, dzikir malam perpanjanglah&lt;br /&gt;salah satunya siapa bisa menjalani&lt;br /&gt;moga-moga Gusti Allah mencukupi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tidak bermaksud mengajak anda menghafal lagu ini tentunya, namun kami ingin mengambil manfaat dari apa yang sering kita dengar. Lagu ini tidak diketahui pasti siapa penciptanya. Lebih gampang disebut sebagai tutur - tinular.  Namun kandungan hikmahnya tidak bisa kita sangkal begitu saja. Sebab apa yang disampaikan benar adanya. Mungkin penciptanya adalah seorang yang berilmu tinggi (ulama) sehingga bisa merangkai sedemikian rupa : bahasa sederhana, mudah dicerna, mudah diingat, santun berirama dan melegenda. Ada yang bilang ini salah satu produk wali songo. Konon katanya karya Sunan Bonang. Tapi Gus Dur bilang bahwa itu adalah judul sebuah sajak berbahasa Arab ciptaan Sayyidina Ali, yang oleh KH. Bisri Mustofa dari Rembang (ayah KH. A. Mustofa Bisri) diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa dengan menggunakan judul yang sama. Wallahu a’lam. Meminjam idiom dalam film Naga Bonar; itu tidak penting! Yang penting adalah mari kita ambil kalimat hikmah itu menjadi bagian dari hidup kita, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini kami bermaksud akan menunjukkan atsar - atsar yang mendasari untaian lirik tembang tersebut – dari sumber Quran dan hadist. Kita sudah faham bahwa menetapi islam itu harus berdasarkan Al-qur'an dan Al hadist, maka akan lebih lengkap jika kita mampu menjaga hati kita dengan 5 obat hati di atas. Hati adalah tempatnya keimanan – jika baik hati kita, maka baik seluruh tubuh kita dan amalan kita. Sebaliknya jika jelek hati kita, maka jelek pula tubuh kita sehingga menghasilkan perbuatan-perbuatan yang jelek sebagai buahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;teman2.., barangkali kita mengikat hati kita terlalu ketat sehingga terluka, maka inilah (mungkin) obat penawarnya. Padahal kita juga tahu, bahwa sebenarnya tidak ada yang baru dengan tembang tersebut. Namun, dalam hidup ini terkadang kita perlu sesuatu yang bersifat baru, walaupun dari barang lama alias daur ulang. Setidaknya sekedar idiom – istilah atau apalah – yang bisa menggugah lagi semangat kita dalam beribadah. Khususnya dalam menjaga hati, maka ingatlah selalu tombo ati iku limo perkarane.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-4249001938514510622?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/4249001938514510622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=4249001938514510622' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4249001938514510622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4249001938514510622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2009/01/tombo-hati-obat-hati.html' title='Tombo Hati (Obat Hati)'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-7633165859098376837</id><published>2008-05-05T11:49:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T11:57:54.124+07:00</updated><title type='text'>Dialog Muhammad SAW dengan Iblis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SB6TVOlRP7I/AAAAAAAAADA/WgJ4IzAFWhQ/s1600-h/Photo_102706_003.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SB6TVOlRP7I/AAAAAAAAADA/WgJ4IzAFWhQ/s200/Photo_102706_003.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196753012933083058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Naskah ini disarikan dari dua rujukan. Terdapat beberapa perbedaan kecil atas terjemahan , kami mencoba merangkumnya. Source -I : Bab-II POHON SEMESTA / Pustaka Progressif / Cetakan-I/Oktober 1999. Dari Kitab Sajaratul Kaun oleh Muhyiddin Ibnu Arabi / Darul 'Ilmi al-Munawar asy-Syamsiyah, Madinah. Translated by : Nur Mufid, Nur Fu'ad.. Source-II : Dari Judul Asli : Syajaratul Kaun dan Hikayah Iblis. Risalah Muhyiddin Ibnu al-'Arabi [Mesir : Mushthafa al-Babi al-Halabi wa Auladuh, 1360/1941 ] Translated By : Wasmukan, Risalah Gusti / Cetakan-II, Mei 2001&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dengan asma Allah, Yang Maha Rahman, Yang Maha Rahiim.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam bagi Muhammad SAW, serta salam bagi keluarganya yang suci juga bagi semua sahabat Rasulullah yang mulia.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya tertancap kuat dan cabangnya (menjulang tinggi) ke langit, (QS. 14:24)&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Topik Renungan :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:red;"   &gt;NGERI !!, KHAWATIR !! TAKUT !! WASPADA !! ISTIGHFAR, TAUBAT, DZIKIR, TAFAKKUR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kisah Dialog &lt;b&gt;Rasulullah&lt;/b&gt; SAW&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dengan &lt;b&gt;Iblis&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : " Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalian membutuhkanku ". &lt;b&gt;Rasulullah&lt;/b&gt; SAW bertanya kepada para sahabat :" Apakah kalian tahu siapa yang menyeru itu ?". Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui ". &lt;b&gt;Rasulullah&lt;/b&gt; berkata : " Dia adalah &lt;b&gt;Iblis&lt;/b&gt; yang terkutuk - semoga Allah senantiasa melaknatnya" . Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, &lt;b&gt;Rasulullah&lt;/b&gt;, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya? ". &lt;b&gt;Nabi&lt;/b&gt; SAW berkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [hari kiyamat]?. Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkan Allah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian &lt;b&gt;Iblis&lt;/b&gt; masuk ke tengah-tengah kami. &lt;span style="color:red;"&gt;Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelah mata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya seperti rambut kuda, kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelah ke-atas, tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigi taringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan / kerbau [tsur].&lt;/span&gt; Dia berkata, " Assalamu 'alaika ya Muhammad, assalamu 'alaikum ya jamaa'atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin]". &lt;b&gt;Nabi&lt;/b&gt; SAW menjawab :" Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginanku sendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah] ." &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; SAW berkata :" Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahai terlaknat?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; berkata," Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang Maha Agung, ia berkata kepada-ku 'Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datang kepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. &lt;b&gt;&lt;u&gt;Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-damu'&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;. Allah SWT bersabda," &lt;u&gt;Demi kemulia-an dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu".&lt;/u&gt; Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku".&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; kemudian mulai bertanya :" Jika kamu jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; menjawab :" Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Lalu siapa lagi ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] yang saya tahu, lagi penyabar". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Lalu, siapa lagi ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Lalu, siapa lagi ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golongan orang-orang yang sabar ". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Lalu, siapa lagi ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Orang kaya yang bersyukur ". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; bertanya :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya pada tempat yang halal". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rassulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Aku merasa panas dan gemetar". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Kenapa, wahai terlaknat?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat". Rassulullah :"Jika mereka shaum ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; : " Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Jika mereka menunaikan haji ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Saya menjadi gila". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Jika mereka membaca Al Qur'an ?'. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :' Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Jika mereka berzakat ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. &lt;u&gt;Pertama,&lt;/u&gt; Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. &lt;u&gt;Kedua,&lt;/u&gt; menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. &lt;u&gt;Ketiga,&lt;/u&gt; menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. &lt;u&gt;Ke-empat&lt;/u&gt;, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Apa pendapatmu tentang Umar ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya".&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala], dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:black;"   &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:black;"   &gt; yang terlaknat berkata kepada Muhammad :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:red;"   &gt;" Hay-hata hay-hata [tidak mungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka &lt;u&gt;melalui aliran darah, daging, sedangkan mereka tidak melihatku.&lt;/u&gt; Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; dengan panjang-lebar menjawab &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Apakah engkau tidak tahu, wahai Muhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang ikhlas untuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu [syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar. Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah] termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar. Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa &lt;u&gt;aku punya tujuh puluh ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan. Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua&lt;/u&gt;, &lt;u&gt;dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah.&lt;/u&gt; Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendaki bersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk &lt;u&gt;menggoda orang-orang yang rajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia [zuhud]&lt;/u&gt;. Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yang lain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusia dengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambil keikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, hingga setiap orang yang sakit menjadi sehat berkat da'wahnya. Aku tidak meninggalkannya sampai dia dia berzina, membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut oleh Allah dalam Qur'an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :" &lt;b&gt;(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata pada manusia:"Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhn ya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku. Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakah engkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, " Demi Allah aku adalah penasihat kamu berdua". &lt;span style="color:red;"&gt;Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu domba adalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku. Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannya dengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memiliki keturunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina.&lt;/span&gt; Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu &lt;span style="color: rgb(255, 102, 0);"&gt;ada yang meng-akhirkan shalat barang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk".&lt;/span&gt; Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya, maka Tuhan memukul wajahnya. &lt;span style="color:red;"&gt;Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,' Lihatlah kiri-kanan', lalu ia menengok.&lt;/span&gt; Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya,' Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya'. &lt;span style="color:red;"&gt;Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:olive;"   &gt;Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia 'mencucuk' shalat seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan 'lijam' [cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari-jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya,' Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan ni'mat dari Allah'. Aku katakan kepada orang yang sakit :" Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata :" Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, .........&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan". Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir. Wahai Muhammad, &lt;span style="color:red;"&gt;bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; berkata :" Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Pemakan riba". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Pe-zina". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Siapa teman tidurmu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Orang yang mabuk". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Siapa tamumu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Pencuri". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Siapa utusanmu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Tukang Sihir". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Apa kesukaanmu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Orang yang bersumpah cerai". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Siapa kekasihmu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :"Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Apa yang melelehkan badanmu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:"Tobatnya orang yang bertaubat". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:"Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam. &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Zakat secara sembunyi-sembunyi" . &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Apa yang membutakan matamu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Apa yang memukul kepalamu ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Memperbanyak shalat berjamaah". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?".&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Orang yang sengaja meninggalkan shalat". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:"Orang kikir / pelit". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Majlis-majlis ulama". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Bagaimana kamu makan ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:"Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku" . &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:"Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Dibalik kuku-kuku manusia". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Sepuluh perkara". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;:" Apa itu wahai terlaknat ?". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Iblis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; :" Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat dalam diri Bani Adam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah : &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki &lt;b&gt;&lt;u&gt;dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64) &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yang tidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaithan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah :"&lt;b&gt;&lt;u&gt; ....... , dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki ...... (QS. 17:64) &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;. Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS. 17:27)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Rasulullah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; berkata :" Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan didukung oleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu" . &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Lalu &lt;b&gt;Iblis&lt;/b&gt; meneruskan &lt;span style="color:red;"&gt;:" Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar saya bisa melihat anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. Kemudian Allah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun. Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian &lt;b&gt;Allah berfirman kepadaku :" Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya saya merasa senang dan bangga sampai hari kiamat&lt;/b&gt;. &lt;u&gt;Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebih banyak daripada yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat.&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Saya memiliki anak yang saya beri nama &lt;b&gt;Atamah&lt;/b&gt;. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya beri nama &lt;b&gt;Mutaqadhi.&lt;/b&gt; Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh sembilan dari seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab, setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak lagi yang bernama &lt;b&gt;Kuhyal&lt;/b&gt;. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya,' keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celaka adalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kemudian &lt;b&gt;Rasulullah&lt;/b&gt; SAW membacakan firman dalam QS Hud : &lt;u&gt;Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) &lt;/u&gt;dilanjutkan dengan &lt;u&gt;: Tidak ada suatu keberatanpun atas &lt;b&gt;Nabi&lt;/b&gt; tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kemudian &lt;b&gt;Rasulullah&lt;/b&gt; berkata lagi kepada Iblis : " Wahai &lt;b&gt;Abu Murrah&lt;/b&gt; [Iblis], apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara saya akan menjamin-mu masuk surga". &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Ia &lt;b&gt;iblis &lt;/b&gt;menjawab :" Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam-pun telah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Dia telah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib para penduduk neraka. Saya adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dari apa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya".&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir, dzahir dan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan kepada seorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta para Utusan dan Para Nabi.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Hikmah dari Kisah tersebut di atas&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; Sebagai upaya mencari hikmah dalah kisah di atas, rangkuman ini barangkali berguna untuk direnungkan :&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Kita perlu semakin menancapkan keyakinan, bahwa &lt;b&gt;syaithan tidak punya kuasa sedikitpun bagi orang-orang yang disucikan-Nya.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Jadi upaya kita adalah memohon kepada Allah Ta'Ala agar Dia ridho dan berkenan membersihkan segala dosa baik sengaja maupun tidak untuk mendapatkan ampunan-Nya.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Bila kita simak, perbedaan mendasar keyakinan &lt;b&gt;Iblis&lt;/b&gt; adalah &lt;b&gt;tidak ada keinginannya untuk bertaubat&lt;/b&gt;, walau &lt;b&gt;Rasulullah&lt;/b&gt; SAW telah menghimbaunya bahkan dengan menawarkan jaminan untuk mendapatkan ampunan. Dengan tegas Allah berfirman : &lt;b&gt;&lt;u&gt;Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap di jalan yang benar. (QS. 20:82). &lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Bila kita cermati hadangan dan rintangan yang akan dilakukan oleh &lt;b&gt;Iblis&lt;/b&gt; dari kisah tersebut membuat kesadaran bahwa upaya untuk menjalani kehidupan sungguh tidak mudah.&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;·&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:7;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Hanya karena Maha Rahman dan Maha Rakhiim-Nya sajalah kita akan selamat dalam menjalani kehidupan ini hingga akan selamat dari jebakan-jebakan syaithan.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;Namun perlu juga di-ingat, Rasulullah juga pernah mengata-kan bahwa &lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color:teal;"&gt;Jihad Terbesar adalah Mengalahkan Hawa Nafsu Kita Sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:teal;"   &gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration: none;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:teal;"   &gt;Mohon maaf jika tidak berkenan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="western" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;color:teal;"   &gt;Alhamdulillah jaza kumullohu khoiro, semoga Alloh memberi manfaat dan barokah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-7633165859098376837?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/7633165859098376837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=7633165859098376837' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/7633165859098376837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/7633165859098376837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2008/05/dialog-muhammad-saw-dengan-iblis.html' title='Dialog Muhammad SAW dengan Iblis'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SB6TVOlRP7I/AAAAAAAAADA/WgJ4IzAFWhQ/s72-c/Photo_102706_003.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-1158688055769068237</id><published>2008-05-05T11:01:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T11:47:51.639+07:00</updated><title type='text'>Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;"Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!" (HR. Tirmidzi)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;          &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, "Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)."&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, "Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan." Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) dating azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: 'Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul.."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan 'habis', usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naïf kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Islam menggariskan bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang. Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="ltr"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;"Ad-Dun-ya mazra'atul lil akhirah." (Dunia adalah ladang buat akhirat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;------------------------------&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Tahoma&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;" lang="EN-US"&gt;semoga bermanfaat...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-1158688055769068237?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/1158688055769068237/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=1158688055769068237' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/1158688055769068237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/1158688055769068237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2008/05/cukuplah-kematian-sebagai-nasihat.html' title='Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-4000036477107214596</id><published>2008-05-05T10:42:00.000+07:00</published><updated>2008-05-05T10:55:29.386+07:00</updated><title type='text'>Meningkatkan kefahaman agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SB6DgOlRP6I/AAAAAAAAAC4/P_oKim9Y6B8/s1600-h/121859926_5601ab85b1_m.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SB6DgOlRP6I/AAAAAAAAAC4/P_oKim9Y6B8/s200/121859926_5601ab85b1_m.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5196735609725599650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kepahaman agama merupakan suatu hal yang sangat penting. Dengan memiliki&lt;br /&gt;kepahaman agama yang kuat, maka seseorang bisa mempertahankan agamanya,&lt;br /&gt;tidak terpengaruh dengan keadaan lingkungannya, bahkan bisa mempengaruhi&lt;br /&gt;orang-orang lain untuk berbuat kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana isi hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقِيهٌ وَاحِدٌ أَشَدُّ عَلَى الشَّيْطَانِ مِنْ أَلْفِ عَابِدٍ رواه ابن ماجة&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu orang yang paham agama lebih berat bagi syetan untuk menggodanya&lt;br /&gt;daripada seribu orang yang beribadah (namun tidak paham agama)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, agar bisa meningkatkan dan menetapkan kepahaman agama&lt;br /&gt;tersebut, ada langkah-langkah yang bisa dilakukan, di antaranya yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memperbanyak mengaji dan mendatangi pengajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi yang seharusnya ada dan diajarkan di pengajian ini tentunya adalah&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kedua materi ini merupakan dua pedoman utama di&lt;br /&gt;kalangan umat Islam. Dengan banyak mengaji, maka akan memiliki ilmu yang&lt;br /&gt;banyak, bisa mengerti mana yang halal, mana yang harom, dan mana yang subhat&lt;br /&gt;(ragu-ragu), mana yang haq dan mana yang batal, mana yang seharusnya&lt;br /&gt;dikerjakan dan mana yang seharusnya ditinggalkan. Prakteknya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.. yang bisa mengajarkan yang tidak bisa&lt;br /&gt; 2.. yang tidak bisa meminta yang bisa untuk diajari&lt;br /&gt; 3.. kalau sendirian disempatkan waktunya untuk membuka-buka kembali ilmu&lt;br /&gt;Qur’an Hadits yang pernah didapat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memiliki ilmu yang banyak dan ketertiban mengaji, seseorang bisa&lt;br /&gt;memiliki rasa takut dan rasa taqwa kepada Alloh, sesuai dengan firman Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا ...الأية * سورة فاطر&lt;br /&gt;28&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hamba-hamba Alloh yang takut kepada Alloh hanyalah orang-orang&lt;br /&gt;yang berilmu …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengaji diharapkan terdapat kemauan dan kesungguhan untuk mengerti&lt;br /&gt;ilmu-ilmu yang dipelajari, sehingga benar-benar mantap dalam memahami isi&lt;br /&gt;Al-Qur’an dan Al-Hadits, dan merasa bangga dengan kebenaran agama Islam yang&lt;br /&gt;sumbernya Al-Qur’an dan Al-Hadits ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ&lt;br /&gt;وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ&lt;br /&gt;يَتَوَكَّلُونَ * سورة الأنفال 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya yang disebut sebagai orang iman itu adalah orang-orang yang&lt;br /&gt;ketika disebut nama Alloh maka tergetar hatinya, dan ketika dibacakan atas&lt;br /&gt;mereka ayat-ayat Alloh, maka tambahlah keimanannya, dan terhadap Tuhannya&lt;br /&gt;mereka berserah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Nabi pernah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِِنَّمَا الْعِلْمُ بِتَّعَلُّمِ وَالْفِقْهُ&lt;br /&gt;بِالتَّفَقُّهِ وَمَنْ يُرِدِ اللهُ بِهِ خَيْرً يُفَقِّهُ فِى الدِّيْنِ وَ&lt;br /&gt;اِنَّمَا يَخْشَ اللهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاؤُا * رواه الطبرانى عن معاوية&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai manusia, sesungguhnya ilmu itu (diperoleh) dengan belajar, dan paham&lt;br /&gt;agama itu diperoleh dengan berusaha mencari kepahaman, dan barang siapa&lt;br /&gt;dikehendaki baik oleh Alloh, Alloh memahamkannya terhadap agama, dan&lt;br /&gt;sesungguhnya yang bisa bertaqwa kepada Alloh adalah hamba-hamba-&lt;p&gt;&lt;wbr&gt;Nya yang&lt;br /&gt;berilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidaklah mungkin jika seseorang&lt;br /&gt;merasa sudah memiliki kepahaman agama yang kuat jika tidak menertibkan&lt;br /&gt;mengaji. Ilmu Islam adalah sangat luas. Masih banyak ilmu-ilmu di dalam Qur’an&lt;br /&gt;dan Hadits yang mungkin belum kita kaji. Maka marilah kita berlomba-lomba&lt;br /&gt;untuk mengaji dan mencari ilmu sebanyak-banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Senang mendengarkan nasihat agama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keimanan ada kalanya ada di atas, ada kalanya pula ada di bawah. Karena itu&lt;br /&gt;pulalah salah satu do’a yang sering dibaca oleh Nabi adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ * رواه الترمذى كتاب&lt;br /&gt;الدعوات&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Zat Yang Membolak-balikkan Hati, tetapkanlah hatiku dalam agamamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membaca do’a tersebut, agar keimanan tetap terjaga dan meningkat,&lt;br /&gt;maka kita memerlukan masukan-masukan berupa nasihat agama. Sebagaimana&lt;br /&gt;firman Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَذَكِّرْ فَإِنَّ الذِّكْرَى تَنْفَعُ الْمُؤْمِنِينَ * سورة الذاريات 55&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan peringatkanlah Muhammad, maka sesungguhnya peringatan itu bermanfaat&lt;br /&gt;bagi orang-orang yang beriman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang iman, jika menerima nasihat pasti bermanfaat baginya dan&lt;br /&gt;bertambah kepahamannya. Dan jangan sampai kita tidak mau mendengarkan dan&lt;br /&gt;menerima nasihat, karena akan diancam oleh Alloh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ&lt;br /&gt;يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى  * سورة طه 124&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Barang siapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya&lt;br /&gt;kehidupan yang sempit (di dunianya) dan akan dikumpulkan dia di hari kiamat&lt;br /&gt;dalam keadaan buta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sering mendengarkan nasihat, maka kita akan selalu mendapatkan&lt;br /&gt;penerangan dan peringatan ke jalan yang benar. Jika langkah kita sudah&lt;br /&gt;benar, maka kita bisa tambah yakin dan tambah bersyukur karena sudah berada&lt;br /&gt;di dalam kebenaran. Sedangkan jika langkah kita salah, maka dengan adanya&lt;br /&gt;nasihat bisa membetulkan langkah kita dan kita selalu bisa bersyukur karena&lt;br /&gt;selalu diarahkan dalam kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Banyak bergaul dengan orang yang sholih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan banyak bergaul dengan orang yang sholih, maka akan selalu ada yang&lt;br /&gt;mengingatkan kita jika kita melakukan kesalahan. Separah-parahnya, kita akan&lt;br /&gt;merasa malu jika kita melakukan kesalahan di depan teman kita tersebut. Akan&lt;br /&gt;tetapi dengan banyak bergaul dengan orang-orang yang tidak sholih, jangankan&lt;br /&gt;dinasihati jika kita berbuat salah, bahkan kita diajak untuk mengerjakan&lt;br /&gt;perbuatan maksiat. Gambaran teman bergaul yang baik dan tidak baik adalah&lt;br /&gt;seperti hadits di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ&lt;br /&gt;الْكِيرِ فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ&lt;br /&gt;مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً وَنَافِخُ الْكِيرِ&lt;br /&gt;إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً * رواه&lt;br /&gt;البخارى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumpamaan teman duduk (teman bergaul) yang baik (sholih) dan teman duduk&lt;br /&gt;yang jelek sebagaimana gambaran orang menjual minyak wangi dan ubupan pandai&lt;br /&gt;besi. Tidak melewatkan kepadamu orang yang menjual minyak wangi, adakalanya&lt;br /&gt;kamu membeli minyak wangi atau kamu menjumpai mendapatkan baunya. Sedangkan&lt;br /&gt;ubupan pandai besi akan membakar badanmu atau pakaianmu, atau (setidaknya)&lt;br /&gt;kamu akan menjumpai bau yang tidak enak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sebagian waktu kita digunakan untuk bergaul dengan teman-teman kita,&lt;br /&gt;maka sangatlah penting untuk memilih teman bergaul. Karena adanya godaan&lt;br /&gt;syetan, manusia lebih senang melakukan perbuatan yang melanggar dibanding&lt;br /&gt;melakukan perbuatan baik. Adanya teman bergaul yang baik akan mempengaruhi&lt;br /&gt;kita untuk berbuat baik juga dan menjauhkan kita dari mengerjakan&lt;br /&gt;perbuatan-perbuatan yang melanggar. Setipis-tipisnya keimanan dan kepahaman&lt;br /&gt;seseorang, lama kelamaan akan meningkat juga keimanan dan kepahamannya jika&lt;br /&gt;bergaul dengan orang-orang yang baik. Dari suatu hadits, Nabi pernah&lt;br /&gt;bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا ابْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ وَأَبُو دَاوُدَ قَالَا&lt;br /&gt;حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ وَرْدَانَ&lt;br /&gt;عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ&lt;br /&gt;قَالَ الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ&lt;br /&gt;* رواه أبو داود&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkah laku seseorang akan mengikuti tingkah laku kekasihnya atau temannya.&lt;br /&gt;Maka (lihatlah) siapa yang akan dijadikan kekasih atau teman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: CAI 2002 (hal. 71, 75-77), CAI 2004 (hal. 65-67)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-4000036477107214596?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/4000036477107214596/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=4000036477107214596' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4000036477107214596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4000036477107214596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2008/05/meningkatkan-kefahaman-agama.html' title='Meningkatkan kefahaman agama'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SB6DgOlRP6I/AAAAAAAAAC4/P_oKim9Y6B8/s72-c/121859926_5601ab85b1_m.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-7276130765605348651</id><published>2007-12-04T12:05:00.000+07:00</published><updated>2007-12-04T12:11:38.800+07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kita Harus Ingat Mati ???</title><content type='html'>&lt;strong class="bbcode bold"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;strong class="bbcode bold"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;السلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;strong class="bbcode bold"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَرْسَلَ رَسُلَهُ رَحْمَةً لِلْعَلَمِيْنَ. وَكَافَّةً لِلنَّاسِ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيْرً وَدَاعِيًا إِلَى اللهِ بِإِذْنِهِ وَسِرَاجًا مُنِيْرًا.أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَعَلىَ اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَمَّا بَعْدُ.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam, keluarga, sahabat dan seluruh orang muslim yang senantiasa berpegang teguh pada sunnahnya hingga akhir masa. Dalam riwayat Ibnu Majah, Ibnu Umar ra meriwayatkan Rasulullah mendefinisikan orang iman yang pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;عَنْ ابْنِ عُمَرَ اَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنَ الاَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبىِّ صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللهِ اَيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ اَفْضَلُ؟ قَالَ اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَاَيُّ الْمُؤْمِنِيْنَ اَكْيَسُ؟ قَالَ اَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَاَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادً اُولَئِكَ الاَيَاسُ * رواه ابن ماجه كتاب الزهد&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="bbcode italic"&gt;Dari Ibnu Umar, saya bersama Rasulullah SAW, maka datang orang laki-laki dari Anshor kemudian dia salam pada Nabi SAW kemudian dia bertanya �Ya Rasulullah, manakah mukmin yang paling utama? Rasulullah SAW menjawab �mereka yang baik budi pekertinya�. Dia bertanya �Manakah mukmin yang pandai?� Rasulullah SAW menjawab �lebih banyaknya mereka ingat pada mati dan lebih baiknya mereka mempersiapkan pada apa-apa setelahnya mati, orang-orang yang itulah orang yang pandai.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa orang iman yang mengingat mati lalu dia mempersiapkan bekal untuk setelah mati adalah orang yang pandai?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa alasan, diantanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu&lt;br /&gt;Setiap orang pasti akan mati dan ketika kematian itu datang tidak ada seorangpun yang dapat mengundurkan maupun memajukan sesaatpun. Berdasarkan firman Allah SAW dalam surat Al-Araf ayat 34 :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاء أَجَلُهُمْ لاَ يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلاَ يَسْتَقْدِمُونَ * الأعراف ٣٤&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="bbcode italic"&gt;Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu ; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya walaupun sesaat dan tidak dapat (juga) memajukannya.(QS.7:34)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian merupakan rahasia Allah SAW, tidak ada seorang pun yang tahu kapan kematian akan menjemputnya. Itulah perlunya mempersiapkan bekal amal untuk setelah mati, ketika kematian menjemput sudah mempunyai bekal yang cukup untuk menghadap-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian ada Surga dan ada Neraka&lt;br /&gt;Setelah kematian manusia mengalami kehidupan yang sesungguhnya. Manusia telah disediakan 2 tempat oleh Allah SAW yaitu Surga dan Neraka, firman Allah SAW dalam surat Ali Imran ayat 185 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَما الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلاَّ مَتَاعُ الْغُرُورِ * ال عمران ١٨٥&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="bbcode italic"&gt;Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.(QS.3:185)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kematian manusia hanya disedikan 2 tempat yang saling bertolak belakang. Surga adalah tempat kebahagian yang abadi sedangkan Neraka adalah tempat penderitaan yang abadi. Sekarang tergantung pada si manusianya, cukup pandaikah dia dalam mempersiapkan bekal setelah mati ataukah tidak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu misi diutusnya Rasulullah SAW adalah untuk memberikan kabar gembira bagi orang-orang yang beriman, bertaqwa dan beramal sholih berupa Surga dan kabar peringatan bagi orang-orang kafir dan menentang berupa Neraka, berdasarkan Firman Allah SAW :&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا * الفرقان ٥٦&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah Kami mengutus kamu melainkan hanya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan.(QS.25:56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong class="bbcode bold"&gt;Keadaan Surga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Surga tempat yang dijanjikan oleh Allah untuk hamba-hambanya yang beriman, bertaqwa dan beramal sholih, merupakan tempat yang sangat indah, tempat kebahagian tempat dimana tidak ada kedengkian, tidak ada yang menyakitkan, tidak pernah membosankan. Penghuni Surga berusia 30-an ganteng-ganteng dan cantik-cantik tidak akan pernah tua, tidak pernah sakit, tidak pernah merasa bosan. Rumah dan perabotan terbuat dari emas dan berlian yang diukir, makanan yang tidak pernah habis. Kesempurnaan itu semuanya abadi tidak akan pernah musnah ataupun mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَعَدَ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ وَرِضْوَانٌ مِّنَ اللّهِ أَكْبَرُ ذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ * التوبة ٧٢&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="bbcode italic"&gt;Allah menjanjikan kepada orang-orang yang mu'min lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhoan Allah adalah lebih besar; Itu adalah keberuntungan yang besar.(QS.9:72)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا. أُوْلَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِن ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِّن سُندُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُّتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا&lt;br /&gt;Sesungguhnya mereka yang beriman dan beramal saleh, tentulah Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amalan(nya) dengan baik. Mereka itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas kursi-kursi yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah;(QS.18:30-31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ مُتَّكِئِينَ عَلَى سُرُرٍ مَّصْفُوفَةٍ وَزَوَّجْنَاهُم بِحُورٍ عِينٍ * الطور ١٧-٢٠&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="bbcode italic"&gt;Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa berada dalam surga dan keni'matan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Rabb mereka; dan Rabb mereka melindungi mereka dari azab neraka. Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan", mereka bertelekan di atas kursi-kursi yang berderet dan Kami nikahkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.( QS.52:17-20)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Neraka :&lt;br /&gt;Neraka tempat yang dijanjikan oleh Allah SAW untuk hambanya yang Kafir, yang menentang (tidak melaksakan yang diperintahkan-Nya) yang melanggar (melanggar yang telah dilarang-Nya). Neraka adalah tempat penderitaan, yang abadi, tempat yang terbuat dari api bajunya terbuat dari tembaga, minumannya terbuat dari air besi yang mendidih, dimandikan dengan air panas yang menghancurkan seluruh tubuh, dalam keadaan tubuh yang hancur tidak pernah pingsan dan mati sehingga setiap detik penderitaan dirasakannya. Penderitaan tidak akan berakhir karena kematian hanya sekali waktu didunia dan tidak ada kehidupan setelah kehidupan akhirat. &lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَالَّذِينَ كَفَرُوا قُطِّعَتْ لَهُمْ ثِيَابٌ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِّن نَّارٍ يُصَبُّ مِن فَوْقِ رُؤُوسِهِمُ الْحَمِيمُ يُصْهَرُ بِهِ مَا فِي بُطُونِهِمْ وَالْجُلُودُ وَلَهُم مَّقَامِعُ مِنْ حَدِيدٍ كُلَّمَا أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَا مِنْ غَمٍّ أُعِيدُوا فِيهَا وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ * الحج ١٩-٢٢ &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="bbcode italic"&gt;Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka.(QS.22:19) Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka).(QS.22:20) Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi.(QS.22:21) Setiap kali mereka hendak keluar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan): "Rasailah azab yang membakar ini".(QS.22:22)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;إِنَّا أَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا وَإِن يَسْتَغِيثُوا يُغَاثُوا بِمَاء كَالْمُهْلِ يَشْوِي الْوُجُوهَ بِئْسَ الشَّرَابُ وَسَاءتْ مُرْتَفَقًا * الكهف ٢٩&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em class="bbcode italic"&gt;Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang-orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek.(QS.18:29)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap jiwa pasti akan mengalami kematian, tidak ada seorangpun yang mengetahui kapan kematian akan menjemput, dan ketika kematian itu datang tidak ada seorang pun yang bisa memajukan maupun mengundurkan. Dibalik kematian ternyata kita dihadapkan pada kehidupan yang abadi antara Surga atau Neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengingat akan datangnya kematian hendaknya menjadikan dorongan untuk diri kita semakin mendekat pada-Nya, menjadikan kita semakin takut untuk berbuat yang dilarang oleh Agama, termasuk menjauhi penyakit TBC�S (Taqlid, Bid�ah, Khurafat dan Syirik), semakin memperbanyak dalam beribadah baik ibadah wajib maupun ibadah sunnahnya. Sehingga sewaktu-waktu ajal datang menjemput sudah mempunyai bekal yang cukup untuk menghadap-Nya. Itulah orang-orang yang pandai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita semua menjadi hamba-hamba Allah SAW yang beriman, taqwa dan selalu beramal sholih sehingga ketika kita harus menghadap pada-Nya kita menjadi hamba-hamba yang beruntung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon maaf bila banyak kekurangan dan kesalahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;جزا كم الله خيرا&lt;br /&gt;والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-7276130765605348651?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/7276130765605348651/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=7276130765605348651' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/7276130765605348651'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/7276130765605348651'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2007/12/mengapa-kita-harus-ingat-mati.html' title='Mengapa Kita Harus Ingat Mati ???'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-4446101911114982761</id><published>2007-07-18T07:24:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T07:35:43.339+07:00</updated><title type='text'>khutbah berbahasa arab</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;كتاب الصلاة الفقه على المذاهب الاربعة&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: center; direction: rtl; unicode-bidi: embed;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;شروط خطبتي الصلاة&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;هل يشترط ان تكونا بالعربية وهل تشترط النية؟ يشترط لخطبتي الجمعة امور:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;احدها: ان تتقدما على الصلاة فلا يعتدبهما ان تاخرتا عنها, باتفاق ثلاثة من لائمة وخالف المالكية, فانظرمذهبهم تحت الخط&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;المالكية قالو: اذ اخرت الخطبتان عن الصلاة اعدت الصلاة فقط وصح الخطبتان ولايعيدهما بشرط ان يعيد الصلاة قبل ان يخرج من المسجد بدون تاخير اما اذا لم يعدها قبل الخروج من المسجد او مضى زمن طويل عرفا قبل اعادتها فانه يجب ان يعيد الخطبتين ويعيد الصلاة بعدهما&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ثانيها: نية الخطبة فلو خطب بغير النية لم يعتد بخطبته عند الحنفية والحنبلة وقال الشافعية والمالكية ان النية ليست بشرط في صحة الخطبة الا ان الشافعية اشترطوا عدم الانصرف عن الخطبة فلو عطس وقال الحمد لله بطلت خطبته (وهذا الشرط لم يوافقهم عليه احد)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ثالثها: ان تكون بالعربية على تفصيل في المذاهب فانظره تحت الخط&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الحنفية قالو: تجوز الخطبت بغير العربية ولو لقادر عليها سواء كان القوم عربا او غيرهم&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الشافعية قالو: يشترط ان تكون اركن الخطبتين باللغة العربية فلا يكفي غير العربية متى امكن تعلمها فان لم يمكن خطب بغيرها هذا اذا كان القوم عربا اما ان كانو عجما فانه لايشترط اداء اركانهما بالعربية مطلق ولو امكنه تعلمها ماعدا الاية فانه لابد ان ينطق بها بالعربية الا اذا عجز عن ذلك فانه ياتى بدلها بذكر او دعاء عربي فان عجز عن هذا ايضا فعليه ان يقف بقدر قراة الاية ولو يترجم واما غير اركان الخطبة فلا يشترط لها العربية بل ذلك سنة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الحنابلة قالو: لاتصح الخطبة بغير العربية ان كان قادرا عليها فان عجز عن الاتيان بها اتى بغيرها مما يحسنه سواء كان القوم عربا او غيرهم لكن الاية التي هي ركن من اركان الخطبتين لايجوز له ان ينطق بها بغير العربية فياتى بدلها باي ذكر شاء بالعربية فان عجز سكت بقدر قراعة الاية&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Symbol;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;المالكية قالو: يشترط في الخطبة ان يكون باللغة العربية ولو كان القوم عجما لايعرفونها فان لم يوجاء فيهم من يحسن اللغة العربية بحيث يؤدي الخطبة بها سقطت عنهم الجمعة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;ربعها: ان تكون في الوقت فلو خطب قبله وصلى فيه لم تصح باتفاق&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:10;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;خامسها: ان يجهر الخطيب بهما بحيث يسمع الحضرين على تفصيل في المذاهب &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;الحنابلة قالو: اركن الخطبتين اربعة:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 77.25pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الحمد لله في اول كل منهما بهذا الفظ, فلا يكفى احمد الله مثلا&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 77.25pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الصلاة على رسول الله صلى الله عليه وسلم, ويتعين لفظ الصلاة&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 77.25pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;قراة اية من كتاب الله تعالى, ويلزم ان تكون منتقلة بمعنى او حكم, فنحو قوله تعالى (مدهامتان) لا يكفى في ذلك&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="margin-right: 77.25pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style=";font-family:Wingdings;font-size:14;"  &gt;&lt;span style=""&gt;§&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span dir="rtl"&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;الوصية بتقوى الله تعالى, واقلها ان يقول: اتقوا الله او نحو ذلك&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span dir="ltr"  style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl" style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="AR-SA"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;u&gt;RANGKAIAN KHUTBAH JUM’AT&lt;/u&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Dalam penjelasan yang saya dapatkan dari Kitabu asSholah al fiqh ‘ala madzaahib al ‘arba’ah. &lt;/span&gt;&lt;st1:place style="font-weight: normal;" st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Ada&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt; beberapa penjelasan yang sangat penting untuk kita ketahui agar bisa memberikan hujjah atas apa yang telah dan sedang kita lakukan yang berkaitannya dengan khutbah jum’at, diantaranya mengenai niat khutbah, rukun khutbah, bahasa yang digunakan dalam khutbah, dsb.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;"&gt;Menurut para imam hadist (yang terkenal madzhab-madzhabnya) ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan dalam melaksanakan khutbah, antara lain adalah;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;Ø&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-family: courier new;"&gt;Khutbah jum’at haruslah dilakukan terlebih dahulu sebelum melaksanakan dua rokaat sholat jum’at (berbeda halnya dengan pelaksanaan khutbah Idul adha maupun Idul fitri yang dasar hukumnya sesuai dengan yang telah disaksikan oleh Ibn Abbas RA atas nabi Muhammad SAW, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, yang terdapat dalam shahih Bukhori, di mana khutbah dilaksanakan setelah melaksanakan dua raka’at sholat id).&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 12pt 0in 0.0001pt 0.25in; text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Hal ini sesuai dengan kesepakatan tiga imam madzhab, namun untuk hal ini imam Malikiah menyelisihi kesepakatan itu, mereka mengatakan bahwa ketika dua khutbah jum’at diakhirkan dari shalat (shalat terlebih dahulu dan kemudian berkhutbah) dan shalatnya (segera) diulangi (dikerjakan setelah pelaksanaan khutbah) maka hal itu telah cukup dan dapat mengesahkan dua khutbah tersebut sehingga tidak perlu mengulangi dua khutbah, dengan syarat shalat yang dilakukan setelah khutbah (untuk meralat shalat yang dilakukan sebelum khutbah) dilakukan sebelum keluar dari masjid. Jika shalatnya tidak segera dilakukan sebelum keluar dari masjid atau telah terdapat interfal waktu yang lama tanpa bersegera melakukan shalat setelah khutbah maka hal ini mewajibkan diulanginya dua khutbah dan sekaligus mengulangi shalat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berniat dalam melaksanakan khutbah (khutbah jum’at haruslah didahului dengan niat). Seandainya khutbah dilaksanakan tanpa niat maka khutbah tersebut tidak dapat dianggap sebagai khutbah (yang sah), demikianlah Hanafiah dan Hanabalah memahami pentingnya niat khutbah, sedangkan Syafi’iah dan Maalikiah mengatakan bahwa sesunguhnya niat tidaklah menjadi syarat sahnya khutbah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Menggunakan bahasa Arab dalam melaksanakan khutbah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hanafiah mengatakan; Khutbah dengan menggunakan bahasa selain Arab adalah hal yang boleh-boleh saja meskipun sebenarnya terdapat orang yang sanggup atas bahasa Arab, hal ini berlaku bagi orang Arab atau selainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Syafi’iah mengatakan; Khutbah dengan menggunakan bahasa Arab adalah hal yang disyaratkan dalam rukun dua khutbah, bahasa lain tidaklah mencukupi jika khutbah tersebut masih dimungkinkan dapat dipahami dan tidak dimungkinkannya berkhutbah dengan selain bahasa Arab. Hal ini berlaku jika mereka adalah orang Arab. Ketika mereka adalah kaum A’jam (selain bangsa Arab) maka tidaklah disyaratkan untuk memenuhi rukun dua khutbah dengan berbahasa Arab secara mutlak. Namun demikian tetap saja membacakan ayat harus dalam bahasa Arab, terkecuali kalau lemah darinya (tidak dapat membaca ayat dalam bahasa Arab) maka dapatlah disajikan dzikir (peringatan) dan do’a dalam bahasa Arab sebagai ganti dari ayat itu. Dan jika tidak dapat pula disajikan dzikir dan do’a dalam bahasa Arab maka menjadi wajib hukumnya untuk berhenti atau diam selama waktu yang digunakan untuk membaca ayat (yang semertinya dibacakan). Syafi’iah juga memahami bahwa jika tidak dapat membacakan ayat dalam bahasa Arab maka tetap tidak diperbolehkan mengungkapkan ayat tersebut dalam bentuk terjemahan. Adapun rukun khutbah yang lain (selain membaca ayat, dzikir, dan doa dalam bahasa Arab) maka pelaksanaannya tidaklah disyaratkan dalam bahasa Arab melainkan disunnahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Hanabilah mengatakan; Selagi sanggup melaksanakan khutbah dalam bahasa Arab maka tidak sah hukum khutbahnya jika tidak dalam bahasa Arab, dikala mereka tidak sanggup melaksanakan khutbah dalam bahasa Arab maka mereka boleh melaksanakan khutbah dalam bahasa lain selagi mereka bisa menyajikan kebaikan dalam khutbahnya, hal ini berlaku bagi kaum Arab ataupun selainnya. Dan membacakan ayat dalam khutbah adalah salah satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rukun di antara rukun-rukun dua khutbah maka tidak boleh mengungkapkannya dalam bahasa selain Arab. Sebagai gantinya, seorang khotib dapat menyajikan dzikir yang ia kehendaki dalam bahasa Arab sebagai ganti ayat tersebut, dan jika ia lemah atasnya (tidak sanggup menyajikan dzikir dalam bahasa Arab) maka cukuplah jika ia diam selama waktu yang digunakan untuk membaca ayat (yang seharusnya dia baca).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Malikiah mengatakan; Disyaratkan untuk menyajikan khutbah dalam bahasa Arab, dan seandainya mereka adalah kaum A’jam yang tidak memahami bahasa Arab dan tidak pula dijumpai di kalangan mereka orang yang dapat berbahasa Arab yang diharapkan dapat menyampaikan khutbah dalam bahasa tersebut maka jatuhlah hukum kewajiban mengerjakan shalat jum’at bagi mereka (mereka hanya perlu mengerjakan sholat dzuhur).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Para&lt;/st1:place&gt; imam hadist di atas menyepakati bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jika khutbah dilaksanakan pada saat yang tidak tepat (belum masuk waktu/sudah lewat waktu) maka sholat yang mengikutinya menjadi batal/tidak sah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;Ø&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Khotib hendaknya mengeraskan khutbahnya sehingga para hadirin dapat mendengarkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;Pernyataan Amr dalam Ahmad bin Hanbal Juz III hal 294 kiranya menjadi kesimpulan akhir dari tulisan ini bahwa “Sesungguhnya khutbah dijadikah sebagai pengganti dua rakaat (dari shalat dzuhur)”&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" dir="rtl"  style="text-align: justify; direction: rtl; unicode-bidi: embed; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span lang="AR-SA"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;عن عمرو قال انما جعلت الخطبة موضع الركعتين. عب س&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sehingga kita sebagai ummat yang selalu berhati-hati/mutawarik dalam memutuskan perkara/hukum agama akan tetap menyajikan khutbah dalam bahasa Arab, tentu alasannya adalah kita tidak ingin dua rakaat dari sholat kita berbahasa A’jam dan dua rakaat lainnya berbahasa Arab. Kalau saja ummat islam ingin tetap menjaga kekhusyukan sholat jum’atnya maka hendaklah mereka mengambil pernyataan imam Malik bin Anas yang telah disebutkan di atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Seandainyapun berkhutbah dengan menggunkan bahasa selain Arab adalah hal yang dapat dibenarkan maka berkhutbah dengan berbahasa Arab tentu akan &lt;u&gt;lebih benar&lt;/u&gt;, dan seandainya menggunakan bahasa selain Arab adalah hal yang tidak benar maka menggunakan bahasa Arab dalam berkhutbah bisa &lt;u&gt;tetap benar&lt;/u&gt;, karena jika kita mencermati maka pernyataan para imam hadist di atas mengindikasikan betapa menggunakan bahasa Arab dalam berkutbah adalah menjadi opsi yang utama, mereka membolehkan bahasa selain Arab dipergunakan dalam berkhutbah hanya jika sama sekali sudah tidak terdapat orang yang bisa menyajikannya dalam bahasa Arab.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: center; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;u&gt;ISI KHUTBAH JUM’AT&lt;/u&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: courier new;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memuji Allah dengan pujian yang sempurnah baik dalam khutbah yang pertama maupun yang kedua, (imam Amad bin Hanbal berkata bahwa para ahli ilmu berpendapat) tidak cukup hanya dengan mengatakan “ahmadu-lloh” melainkan “alhamdulillah…alladzi, dst”,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Memanjatkan salawat untuk nabi Muhammad SAW,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Membacakan ayat-ayat Allah, tidak cukup dengan ayat-ayat yang hanya mengandung arti saja (tidak sekedar punya arti) akan tetapi harus mengandung hukum peringatan (tadzkiroh),&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style=""&gt;ü&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Berwasiat dalam kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah, dalam hal ini imam Ahmad bin Hanbal mengatakan bahwa minimal peringatan itu adalah “Ittaqu-llooha” atau semisalnya, dalam khutbah kita sering kita dengar dengan “Ibaada-llooh ittaqu-llooha ta’aalaa wa atii’uwh”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sesuai dengan kesimpulan di atas maka boleh saja hukumnya jika menyajikan khutbah di luar apa yang telah terdapat dalam “Kitab Khutbah” yang kita miliki sebagai himpunan khutbah kita, asalkan kerangka rukun khutbahnya tetap kita laksanakan. Jadi, seandainya para imam yang sering bertugas sebagai khatib mau melaksanakan khutbah ‘Arofah, sholat gerhana, istisqo’, khutbah yawmu-nahr di masjidil haroom, dsb dapat menggunakan dalil-dalil lain yang menyangkut moment tersebut di luar opsi yang telah terdapat di dalam kitab Khutbah (yang sudah sama kita miliki).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold; font-family: arial;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Semoga Allah memberikan ampunan-Nya kepada kita sekalian dan senantiasa menetapkan hidayah-Nya atas hati kita, amin.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-weight: bold;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-size:14;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-4446101911114982761?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/4446101911114982761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=4446101911114982761' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4446101911114982761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4446101911114982761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2007/07/rangkaian-khutbah-jumat.html' title='khutbah berbahasa arab'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-3319680798849925096</id><published>2007-07-18T07:08:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T07:24:27.162+07:00</updated><title type='text'>Pakaian laki2</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1dF5svmVI/AAAAAAAAAAk/XR2ZIOspBqM/s1600-h/Image-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1dF5svmVI/AAAAAAAAAAk/XR2ZIOspBqM/s200/Image-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088325509967747410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;BAB PAKAIANNYA LAKI-LAKI:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;  1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Bukhori) "Dan bersabda siapa Nabi s.w.a :Makanlah dan minumlah dan berpakaianlah dan sodaqohlah pada selain berlebihan dan jangan sombong. Dan berkata Ibnu Abas: Makanlah apa-apa yang engkau kehendaki selagi tidak menyalahi engkau pada 2 perkara (1) Isrof (berlebihan) (2) atau sombong."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;      2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Bukhori 5783) "Dari Ibni Umar r.a sesungguhnya Rosulalloh s.a.w bersabda: Tidak akan melihat siapa Alloh pada orang yang menyeret (melembrehkan) pakaiannya dengan sombong".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;BAB MELEMBREHKAN PAKAIAN DARI SELAIN SOMBONG:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Bukhori 5784) "Nabi bersabda: Barangsiapa yang melemberhkan pakaiannya dengan sombong maka Alloh tidak memandang padanya dihari Qiyamat, Abu Bakar berkata: Wahai Rosulalloh sesungguhnya salah satu dua sisi pakaianku melembreh, kecuali jika mempersungguh aku (menaikkan/jw.ngunjukne) aku demikain itu pakaian, dari melembreh ? Bersabda Nabi: Tidak ada engkau (Abu Bakar) dari orang yang melakukan sombong".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;BAB APA-APA YANG LEBIH BAWAH DARI MATA KAKI MAKA DIA DIDALAM NERAKA:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Bukhori 5787) " Dari Abi Huroiroh r.a. dari Nabi s.a.w, bersabda Nabi: Apa-apa yang lebih bawah dari mata kaki maka dia didalam neraka".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;BAB ORANG YANG MELEMBREHKAN PAKAIANNYA DARI SOMBONG.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Bukhori 5788) "Dari Abi Huroiroh sesungguhnya Rosululloh s.a.w bersabda: Alloh tidak melihat di hari Qiyamat pada orang yang melembrehkan pakaiannya dengan sombong".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Bukhori 5791) "Rosul s.a.w bersabda: Barangsiapa yang menyeret (melembrehkan) pakaiannya dengan sombong maka Alloh tidak akan melihat padanya dihari qiyamat" aku (Su’bah) bertanya pada Uharibin: Apakah Abdillah bni Umar menuturkan tentang pakaian bawahnya? Muharibin menjawab: Tidaklah mengkhususkan pada pakaian bawah dan juga qomis".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Bukhori 3573) "Dari Abih, dia berkata: Aku berkata kepada Abi Saidin, adakah engkau mendengar dari Nabi s.a.w tentang sesuatu didalam pakaian? Said menjawab: Ya. Aku (Said) mendengar dari Rosul s.a.w, beliau bersabda: Pakaian bawahnya orang iman itu sampai setengah betis, tidaklah dosa jika dia memakai antara 2 mata kaki, dan apa-apa (Pakaian bawah) yang lebih dari 2 mata kaki, dalam neraka; Nabi bersabda 3 kali, Alloh tidak melihat pada orang yang menyeret pada pakaian bawahnya karena sombong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;HR:Bukhori 3574) "Dari Mughiroh ibnu Syu’bah, berkata dia: Rosululloh bersabda: Ya Sufyan ibna Syahlin, janganlah kamu melembrehkan (pakaian) karena Alloh tidak senang kepada orang yang melembrehkan pakaian."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;BAB TEMPATNYA PAKAIAN BAWAH:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:tirmidzi 1783) "Dari Hudaifah dia berkata: Nabi memegang pada pentholan kentolku atau betisnya Nabi sendiri, Nabi bersabda: Ini tempatnya pakaian bawah, maka jika kamu menolak, maka yang lebih bawah (lebih bawah dari kentol); maka jika kamu menolak maka tidak ada hak bagi pakaian bawah didalam 2 mata kaki (tidak boleh dibawah mata kaki). (Hadist Hasan Soheh).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;BAB ORANG YANG MELEMBREHKAN PAKAIAN DARI SOMBONG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Ibnu Majjah 3569) Dari Ibnu Umar, sesungguhnya Rosululloh bersabda: Sesungguhnya orang-orang yang menyeret pakaiannya dari sombong, dia tidak dilihat oleh Alloh di hari kiamat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Ibnu Majaah 3570) "Dari Abu Said berkata:Bersabda Rosululloh s.a.w: Barangsiapa yang menyeret pakaian bawahnya dari sombong, Alloh tidak melihat dia di hari qiamat".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Ibnu Majaah 3571) "Dari Abi Salamah dari Abu Huroiroh, Abi Salamah berkata: Seorang pemuda qurais bersama Huroiroh, dia menyeret pada sebelah pakaiannya, maka Huroiroh berkata: Wahai anak laki-lakinya saudaraku, sesungguhnya aku mendengar dari Rosululloh s.a.w, beliau bersabda: Barangsiapa yang melembrehkan pakaiannya dari sombong, Alloh tidak melihat padanya dihari kiamat".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;BAB TEMPATNYA PAKAIAN BAWAH, DIMANA ITU?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Ibnu Majaah 3572)"Dari Hudaifah dia berkata, Rosul memegang pada bawahnya pentol betisku atau betisnya Nabi, Nabi bersabda: Ini adalah tempatnya pakaian bawah, maka jika kamu menolak, maka yang lebih bawahnya, maka jika kamu menolak, maka lebih bawahnya lagi, maka tidak ada hak bagi pakaian bawah didalam 2 mata kaki (menutupi mata kaki).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;BAB TEMPATNYA PAKAIAN BAWAH:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Nasai 5344) "Dari Hudaifah dia berkata, bersabda Rosul s.a.w: Letaknya pakaian bawah sampai separuh 2 betis dan pentol betis, maka jika kamu menolak maka lebih bawahnya, maka jika kamu menolak, maka didalam belakangnya betis (lebih bawah lagi), maka tidak ada hak bagi 2 mata kaki didalam pakaian bawah. Dan lafal hadist ini dari Muhamad ibn Qodamah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Nasai 5345) "Dari Abu Huroiroh, dia berkata: bersabda Rosul s.a.w: Apa-apa yang dibawah dari 2 mata kaki dari pakaian maka didalam neraka".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Nasai 5346) "Dari Abu Huroiroh dari Nabi s.a.w, beliau bersabda: Apa-apa yang dibawah dari 2 mata kaki dari pakaian, maka didalam neraka".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;BAB MEMANJANGKAN (MELEMBREHKAN) PAKAIAN BAWAH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Nasai 5347) "Dari Ibni Abas, dari Nabi s.a.w, beliau bersabda: Sesungguhnya Alloh yang maha mulya dan maha agung, tidak melihat pada orang yang melembrehkan pakaian bawah".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Nasai 5348) "Dari Abi Dzar, Rosul bersabda: 3 golongan yang tidak diajak bicara oleh Alloh di hari qiamat dan mereka tidak disucikan oleh Alloh, dan bagi mereka siksaan yang pedih: 1. Orang yang memngundat-undat(mengungkit-ungkit) dengan apa-apa yang telah dia berikan 2. Orang yang melembrehkan pada pakaian bawah 3. Orang yang berusaha agar daganganya laku dengan sumpah yang bohong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Nasai 5349) Dari Ibni Umar berkata: bersabda Rosul s.a.w : Adapun melembrehkan pakaian dan qomis dan surban, barangsiapa yang melembrehkan darinya pada sesuatu karena sombong Alloh tidak melihat padanya dihari qiamat".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;(HR:Nasai 5350) Dari Abih sesungguhnya Rosul bersabda: Barangsiapa yang melembrehkan pakaiannya dengan sombong Alloh tidak melihat padanya dihari qiamat". Abu Bakar bertanya: Ya Rosululloh sesungguhnya salah satu sisi dari pakaianku melembreh, kecuali jika mempersungguh aku dari mlorot (kecuali kalau aku naikkan)? Nabi menjawab: Sesungguhnya engkau bukanlah dari orang yang berbuat sombong".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;CATATAN: Banyak sekali orang yang berdalih, bahwa memakai pakaian dibawah mata kaki ASALKAN TIDAK SOMBONG tidak apa-apa! Benarkah demikian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Orang tersebut tidak mengerti apa yang dimaksud dengan "sombong" disini. Sombong disini memiliki pengertian "yahruju ani thoat" (tidak thoat), bukan seperti sombong yang biasa kita mengerti, yaitu memakai sesuatu yang hebat sambil pamer (jw. Gemblelengan, kemlinthi dll)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Orang tersebut membaca (mengerti)dalil hanya sepotong-sepotong, dan belum pernah membaca Hadist secara tuntas (lengkap), artinya hanya cuplikannya saja (seperti diatas) dan belum pernah mempelajari hadist secara kontekstual.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Orang tersebut hanya membaca salah satu Hadist misalnya Bukhori, dan belum pernah membaca Hadist lainnya seperti (Nasa’i), padahal sama-sama shohehnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Orang tersebut barulah sampai taraf mengerti agama tetapi belum faham agama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; font-family: georgia;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;Alasan lain-lainnya yang sejenisnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: georgia;"&gt;&lt;span style=";font-size:85%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Mohon maaf jika tidak berkenan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-3319680798849925096?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/3319680798849925096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=3319680798849925096' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/3319680798849925096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/3319680798849925096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2007/07/pakaian-laki2.html' title='Pakaian laki2'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1dF5svmVI/AAAAAAAAAAk/XR2ZIOspBqM/s72-c/Image-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-6170899308395667030</id><published>2007-07-18T07:01:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T07:04:15.100+07:00</updated><title type='text'>bid'ah dalam agama</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1Y4psvmUI/AAAAAAAAAAc/1IaLrGkZoL0/s1600-h/Image-01.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1Y4psvmUI/AAAAAAAAAAc/1IaLrGkZoL0/s200/Image-01.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088320884287969602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;p  class="MsoNormal" style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(16, 24, 66);font-size:11;" &gt;.......&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ahli bid’ah beralasan tidak menemukan suatu hukum agama sehingga ia berani membuat suatu bid’ah padahal hukum yang dia cari itu terlewat dari pengamatannya , dia merasa tak bersalah membuat bid’ah . Bahkan ada yang bertanya kalau Alqur’an dikatakan menjelaskan segala hal “Apakah di dalam Alqur’an menjelaskan cara berwudhu, banyaknya reka’at dalam sholat ?”, maka jawabnya adalah ya harus mengikuti Al Hadits, disitu akan dijumpai yang mereka tanyakan karena Alqur’an itu suatu teori dan prakteknya terdapat dalam Al hadits. ........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita menghayati Alqur’an &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;surat&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Al Maidah ayat 3 yang berbunyi : ,,Pada hari ini (tanggal 9 Assuro, di Arafah) Aku (Allah) telah menyempurnakan agama kamu sekalian dan Aku (Allah) telah mencukupkan ni’matku dan Aku (Allah) ridho Islam sebagai agama”, maka kita rasanya sangat bersyukur tidak perlu ragu dan khawatir akan kesempurnaan dan kelengkapan hukum agama kita yaitu Islam.&lt;br /&gt;Rasulullah telah menjelaskan segala hal dalam agama ini untuk kebutuhan umatnya, Abu Dzar berkata dalam salah satu hadits :,,Tidak ada yang di abaikan oleh Rasululloh SAW. sampai-sampai burung yang mengepakkan sayapnya di langit, melainkan beliau telah mengajarkan kepada Kami tentang ilmunya :&lt;br /&gt;~ QS.Al An’am 38 : ,,Dan tiada mahluk-mahluk dibumi dan tidak ada burung-burung yang berterbangan dengan dua sayapnya melainkan umat semisal kamu sekalian . Tiada Aku lewatkan sesuatupun didalam kitab (Lauhil mahfudz) , kemudian kepada Tuhan merekalah mereka di kumpulkan“.&lt;br /&gt;~ QS.Anahl 89 : ,,Dan kami turunkan kepadamu (Muhammad) kitab (Al Qur’an) untuk menjelaskan bagi tiap-tiap sesuatu”.&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; orang musrik bertanya kepada Salman al Farisi RA. “Apakah Nabi kalian mengajarkan kepada kalian sampai tata cara membuang hajat ?.” Salman, menjawab :,,Ya!, Beliau telah melarang kami apabila kami menghadap kiblat saat membuang hajat, dan membersihkan kotoran dengan kurang dari tiga batu, atau dengan tangan kanan, atau dengan kotoran kering atau dengan tulang “. Bararti inilah Nabi yang Haq, tidak meninggalkan hal-hal yang sepertinya sepele. Lalu kenapa orang tidak mengambil sunah Nabi (Alhadits) di dalam praktek ubudiyahnya.&lt;br /&gt;Praktek ubudiyah baik itu yang Ushul (pokok) seperti Tauhid, maupun furu’ (cabang-cabang agama Islam) seperti masalah pergaulan, salam, pakaian harus selalu berdasar Kitabullah dan Sunah Nabi, karena akan berhubungan&lt;br /&gt;langsung dengan sah dan tidak bahkan ancaman.&lt;br /&gt;Sholat adalah masalah pokok tapi dalam prakteknya didukung masalah furu’, misal orang melaksanakan Sholat dengan pakaian yang dipanjangkan sampai melebihi mata kaki maka sholatnya tidak sah bahkan diancam siksa, sesuai sabda Rasululloh ,&lt;br /&gt;~ ,,Laa yuqbalullohu sholaata rojulin musbilin” artinya ,,Tidaklah Allah menerima Sholatnya seseorang yang memanjangkan pakaiannya (sampai dibawah mata kaki).&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ahli bid’ah beralasan tidak menemukan suatu hukum agama sehingga ia berani membuat suatu bid’ah padahal hukum yang dia cari itu terlewat dari pengamatannya , dia merasa tak bersalah membuat bid’ah . Bahkan ada yang bertanya kalau Alqur’an dikatakan menjelaskan segala hal “Apakah di dalam Alqur’an menjelaskan cara berwudhu, banyaknya reka’at dalam sholat ?”, maka jawabnya adalah ya harus mengikuti Al Hadits, disitu akan dijumpai yang mereka tanyakan karena Alqur’an itu suatu teori dan prakteknya terdapat dalam Al hadits. kita mengikuti sabda Rasululloh itu sama dengan taat Allah, lihat :&lt;br /&gt;~ QS.Annisa 80 : ,,Barang siapa yang taat kepada Rasul maka sungguh-sungguh ia taat kepada Allah”.&lt;br /&gt;~ QS.Alhasr 7 : ,,Dan apa-apa yang diberikan rasul kepadamu maka ambillah dan apa-apa yang dilarang oleh Rasul maka berhentilah”.&lt;br /&gt;~ QS.Annisa 113 : ,,Dan Allah telah menurunkan Al Kitab (Qur’an) atas engkau (Muhammad) dan Al Hikmah (Hadits)”.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(16, 24, 66);font-size:11;" lang="DE" &gt;Dengan demikian Al qur’an dan Hadits harus selalu berjalan bersamaan. Sabda Rasululloh :&lt;br /&gt;~ ,,Aku telah diberi kitab (Al qur’an) dan semisal kitab itu (Hadits) menyertainya”.&lt;br /&gt;~ ,,Aku telah diberi kitab (Al qur’an) dan dua kali semisal kitab itu (Hadits) menyertainya”.&lt;br /&gt;Jadi jumlah isi hadits dengan sendirinya lebih banyak karena merupakan praktek pengamalan dari Alqur’an.&lt;br /&gt;Bid’ah adalah membuat pembaharuan dalam hukum agama, hal ini hukumnya dilarang langsung oleh Allah Dan Rasul :&lt;br /&gt;~ QS. Alhasr 7 : ,,Dan apa-apa yang diberikan rasul kepadamu maka ambillah dan apa-apa yang dilarang oleh Rasul maka berhentilah”.&lt;br /&gt;~ QS.Alhujurat 1 :,,Wahai orang -orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.&lt;br /&gt;~ HR.Buhori 8/156 : ,,Barang siapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada atas amalan itu perkara ku maka amalan itu di tolak”.&lt;br /&gt;~ HR.Abu Daud K.Sunnah 506 :,,Barang siapa yang memperbaharui didalam perkaraku ini (hukum agama) yang didalamnya tidak ada Qur’an dan Hadits maka pembaharuan itu ditolak”.&lt;br /&gt;~ HR.--- :,,Takutlah kamu sekalian akan pembaharuan perkara (Hukum agama) karena sesungguhnya tiap-tiap pembaharuan itu adalah bid’ah dan tiap-tiap bid’ah itu sesat, dan tiap-tiap sesat itu ke neraka”.&lt;br /&gt;Ada orang berbid’ah dalam hal mengagungkan Dzat Allah dengan cara melebih-lebihkan hingga keluar dari batasan hukum agama, ini disebut orang yang bid’ah berhubungan terhadap Dzat Allah, sifat Allah, asma Allah. Orang ini akan mengatakan sayalah yang paling mengagungkan Allah, sayalah orang yang paling ahli dalam mempraktekkan firman Allah surat Albaqoroh 22 : “Maka janganlah kamu sekalian menjadikan pada Allah persamaan-persamaan”, adapun orang yang tidak sama dengan saya adalah orang yang kurang mengagungkan Allah, bahkan orang yang musrik ,,mumatsil musabbih”, padahal yang telah ia lakukan tidak pernah dicontohkan oleh Rosulullah dan Ulama-ulama salaf.&lt;br /&gt;Ada lagi orang yang bid’ah sehubungan dengan pribadi Rasululloh, mereka melebih-lebihkan dalam memuji Rasululloh, berlebihan dalam menghormat Rasulullah hingga keluar dari ketentuan dari Allah tentang bagaimana cara menghormat Rasululloh seperti dalam Alqur’an. Bahkan Nabi sendiri telah melarang manusia yang melebih-lebihkan dalam menghormat beliau. Tapi justru orang yang ahli bid’ah tadi mengatakan sayalah orang yang paling bisa menghormat Rasululloh , adapun yang tidak sama dengan cara saya ini maka dia tidak menghormat Rasululloh.&lt;br /&gt;Padahal orang-orang seperti tersebut diatas adalah orang yang “lancang” telah mendahului hukum agama yang sah. lihat :&lt;br /&gt;~ QS.Alhujurat 1 :,,Wahai orang -orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah :,,Takutlah kamu sekalian akan pembaharuan perkara (Hukum agama) karena sesungguhnya tiap-tiap pembaharuan itu adalah bid’ah dan tiap-tiap bid’ah itu sesat, dan tiap-tiap sesat itu ke neraka”.&lt;br /&gt;Lalu pantaskah mereka-mereka ini dikatakan orang yang mengagungkan Allah dan Rasul ?. Lebih pantas manakah dengan orang yang konsekwen dalam melaksanakan dalil-dalil agama dalam hukum-hukum Alqur’an dan Hadits ?.&lt;br /&gt;Kalimat yang di ucapkan Nabi : “Kullu bid’atin” yang artinya tiap-tiap atau semua, ini berarti bersifat umum dan menyeluruh, dan mereka mengetahui hal itu. Ini adalah bukan kaliamat yang diucapkan oleh orang yang baru belajar ngomong tapi kalimat ini di ucapakan oleh orang yang paling fasih ucapannya, paling mengerti dan memahami arti ucapannya sendiri, yaitu Rasululloh, sebagaimana dijelaskan dalam :&lt;br /&gt;~ H.R.Tirmidzi : Sahabat berkata, “Nabi itu kalau berkata , tiap-tiap katanya sangat jelas , seolah-olah dipisah dari kata yang lain”. Jadi tidak seperti benang ruwet.&lt;br /&gt;Berarti tidak ada arti konotasi dari kalimat “Kullu bid’atin dholalah”melainkan ya arti yang dikandung oleh kalimat itu sendiri.&lt;br /&gt;Menurut orang-orang yang ahli bahasa, kalau ada kalimat yang memenuhi 3 syarat maka kalimat itu tidak memiliki arti konotasi, berarti arti denotasilah yang ada dalam kalimat itu, yaitu , Suatu kalimat bila memenuhi :&lt;br /&gt;1. Di ucapkan dengan tulus.&lt;br /&gt;2. Di ucapkan dengan fasih.&lt;br /&gt;3. Di ucapkan dengan pengertian.&lt;br /&gt;Maka kalimat yang keluar tidak memiliki arti konotasi. Nabi sudah barang tentu memenuhi 3 syarat tersebut.&lt;br /&gt;Apabila ada yang mengatakan tidak semua bid’ah itu dholalah tapi ada yang hasanah maka pendapat ini sama sekali tidak benar. Tapi bila tetap ada yang “menyebut” bid’ah hasanah dengan berdasarkan bukti-bukti dari kholifah, hal ini harus kita luruskan dulu atau kita harus menyamakan persepsi dulu , yaitu :&lt;br /&gt;1. Hal itu tidak ternasuk bid’ah tapi dianggap atau dia “namai” bid’ah.&lt;br /&gt;2. Hal itu memang betul-betul bid’ah yang sudah barang tentu “sayyi’ah” tapi dia tidak tahu kalau itu jelek.&lt;br /&gt;Jadi dalil dari Nabi yang menyatakan : “Kullu bid’atin dholalah” adalah senjata Ampuh yang benar-benar Sabda Rasululloh, bukan buatan pabrik atau ucapan sembarang manusia yang berucap sembarangan. Senjata ini tidak bisa dikalahkan oleh hujjah manapun. Secara dalil menang muthlaq karena benar, secara tata bahasa pun menang !.&lt;br /&gt;Untuk lebih jelasnya ikutilah tanya-jawab dibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Bagaimana hukumnya perkataan Umar bin Khotob yang memerintahkan pada Ubay bin Kaab dan Tamim ad Dariy agar mengimami orang-orang dibulan Ramadhan melaksanakan sholat tarawih, lalu Umar menggariskan fatwa : ,,Inilah sebaik-baiknya bid’ah ...”&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;1. Tak seorangpun yang boleh menentang sabda Nabi, walaupun dengan perkataan Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali atau dengan perkataan sipa saja selain mereka, karena Allah telah berfirman : QS.An Nur 63 :,,Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintahnya (Rasul) takut akan ditimpa fitnah atau ditimpa adzab yang pedih”. ( menurut Imam Ahmad fitnah = syirik, menurut Ibnu Abas , fitnah = siksa, lemparan batu. Ibnu Abas berkata : ,,Hampir saja kamu dilempar batu dari langit. Ku katakan : Rasululloh SAW bersabda, tapi kalian menentangnya dengan ucapan Abu bakar dan Umar).&lt;br /&gt;2. Kita yakin bahwa umar tidak akan menentang Rasululloh dengan mengatakan ini bid’ah yang paling baik. Karena sosok Umar bin Khotob adalah :&lt;br /&gt;• - orang yang sangat menghormati dan taat pada firman Allah&lt;br /&gt;• - orang yang berpijak pada ketentuan Allah&lt;br /&gt;• - orang yang dijuluki ahli berpegang teguh kalamullah. terbukti saat beliau akan menetapkan pembatasan mahar, lalu ada seorang wanita yang men”debat” beliau dengan surat Annisa’ 20 :,,Sedang kamu diberikan harta yang banyak...”, maka beliau tidak jadi membatasi mahar.&lt;br /&gt;• - orang yang telah dijamin oleh Rasululloh kebenarannya dalam berkata.&lt;br /&gt;• - Saat beliau berkata itu , beliau sedang menjadi Kholifah / Amirul mu’minin, jadi sangat ber ”competent” untuk mengeluarkan fatwa.&lt;br /&gt;Kesimpulanya , dari uraian diatas adalah : Kalimat pernyataan bid’ah yang dikatakan Umar saat mengadakan sholat sunah (tarawih) adalah tidak termasuk bid’ah seperti yang disabdakan Rasululloh, dan umar tidak menentang Rasululloh.&lt;br /&gt;Sholat tarawih berjamaah itu Nabi telah mencontohkan yaitu tiga malam Ramadhon berturut-turut, untuk hal ini sudah bisa dikatakan sunah Rasululloh secara ,,fi’liyah”. (Bandingkan dengan masalah puasa pada bulan Assuro (Puasa Suro), Nabi selama hidupnya melaksanakan pada tanggal 10 Assuro, kemudian Nabi berkata “Tahun depan saya akan puasa pada tanggal 9 Assuro” tapi sebelum Nabi sempat melaksanakannya Beliau telah dipanggil Allah SWT. Dan ternyata secara praktek, para sahabat dan ulama salaf ya puasa di kedua tanggal tersebut. Berarti puasa tanggal 9 = Sunah taqririyah, puasa tanggal 10 = Sunah fi’liyah). Adapun sholat sunah malam (qiyamul lail, selain tarawih) dengan berjamaah juga telah dicontohkan oleh Rasululloh, berdasarkan :&lt;br /&gt;~ HR.Bukhori : Abdulloh berkata, ,,Aku bermalam dirumah bibiku Maimunah RA., lalu aku lihat Rasulullah berdiri (Qiyamul Lail) lalu aku berdiri disebelah kiri Nabi, maka Nabi memegang kepalaku dan memindahkan aku di sebelah kanan beliau”.&lt;br /&gt;Adapun hari keempat sholat tarawih Nabi tidak keluar itu , beliau punya alasan yang kuat, yaitu takut apabila Tarawih menjadi wajib bagi umat beliau, ~ HR.Bukhori &amp; Muslim : ,,Inni khosyitu an tafrudlo alaikum fata’jizuu ‘anhaa”, artinya “Aku khawatir apabila tarawih itu diwajibkan pada kamu sekalian , sedangkan kamu merasa lemah melaksanakannya”.Itulah alasan Nabi tidak keluar pada hari keempat, bukan Nabi beralasan karena sholat itu harus dihentikan secara berjama’ah, sama sekali tidak pernah dinyatakan begitu oleh Rasululloh, bahkan Nabi mencontohi.&lt;br /&gt;Jadi sholat tarawih berjama’ah itu adalah sunah Nabi, hanya saja Umar “menjuluki” nya “Ni’matu bid’ah”. hal ini karena setelah Nabi meninggalkan berjamaah pada hari kempat, ada orang yang sholat sendiri-sendiri, ada yang melakukannya berjamaah dengan beberapa orang saja, ada yang berjama’ah dengan banyak orang, maka Umar ,,berijtihad” Tarawih berjamaah.&lt;br /&gt;Adapun Umar saat itu mengerjakan sebanyak duapuluh satu rekaat dan Nabi sebelas rekaat itu sama sekali tidak masalah, karena tarawih itu adalah sholat sunah dan sholat sunah itu Nabi telah bersabda jumlahnya berapa saja, bahkan Nabi pernah bersabda semakin banyak sholat sunah akan semakin baik, akan semakin tinggi derajatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Apakah sekolah , menyusun kitab (membukukan sunah), uang kertas dsb. itu bid’ah ?.&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Sekolah , menyusun kitab, uang kertas itu bukan bid’ah, melainkan “sarana” untuk melaksanakan perintah. Sedang-kan sarana itu berbeda-beda menurut tempat dan zaman. Renungkan kaidah dibawah ini : ,,Sarana itu dihukumi menurut tujuannya”, ,,Sarana untuk melaksanakan perintah hukumnya diperintah”, ,,Sarana untuk perbuatan yang tidak diperintah hukumnya tidak diperintah” , ,,Sarana untuk perbuatan yang dilarang (haram) hukumnya dilarang”. berdasarkan :&lt;br /&gt;~.QS.Surat Al An’am 108 : ,,Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka akan memaki Allah secara bermusuh-musuhan dengan tanpa ilmu”, (ayat ini mansuh nasihnya mereka harus diperangi.).&lt;br /&gt;~ Firman Allah :,,Dan jangan memaksa kamu sekalian pada budak perempuanmu untuk menjadi pelacur”. Memiliki budak boleh tapi memiliki budak untuk dipelacur hukumnya haram.&lt;br /&gt;~ HR.Kanzil Umal : ,,Barang siapa yang memiliki pena (alat) tulis maka dia akan dituntut pertanggung jawaban atas pena tersebut”.&lt;br /&gt;Niat juga ikut berperan dalam memper-lakukan sebuah sarana :&lt;br /&gt;~ HR.Abu Daud : ,,Sesungguhya amal itu tergantung niatnya, dan sesung-guhnya bagi tiap-tiap orang tergantung apa yang telah diniatkanya”&lt;br /&gt;Tanya :&lt;br /&gt;Kalau bid’ah tidak ada yang hasanah, Lalu bagaimana penjelasan sabda Nabi : ,,Man sanna fil islaami sunnatan hasanatan falahu ajruha wa ajru man amila bihaa”, yang artinya barang siapa yang memberi contoh sunah dalam islam, contoh sunah yang baik maka baginya pahalanya dan pahalanya orang yang menirunya (tanpa mengurangi pahalanya orang yang meniru). ?&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Orang yang bersabda dalil di atas adalah orang yang juga bersabda “bid’ah itu semuanya dholalah” yaitu Rasulullah. Tidak mungkin beliau orang yang ,,ma’ruf” ,terpercaya, dan jujur lalu omongannya sendiri saling bertenta-ngan atau “mencla-mencle”. Anggapan itu mungkin karena orang tersebut kurang jeli memandang hadits atau tidak mampu memahami hadits&lt;br /&gt;Kedua hadits tersebut tidak bertentangan karena artinya saja “Man sanna sunnatan fil Islaami..” adalah Barang siapa yang bersunah didalam Islam...” la bid’ah itu bukan termasuk Islam kok. Dan asbabun nuzulnya hadits itu kan saat ada orang-orang yang datang kepada Nabi dalam keadaan kesulitan ekonomi, maka Nabi menghimbau kepada para sahabat untuk shodaqoh, lalu datang orang Anshor dengan membawa sekontong uang perak yang banyak lalu wajah Nabi berseri-seri dan bersabda hadits tersebut diatas. Berarti “sanna” = melaksanakan / mengerjakan bukan membuat / menimbulkan suatu sunnah.&lt;br /&gt;Demikianlah uraian penjelasan ini semoga bisa membawa kita kepada kebenaran dalam beragama, karena betul-betul kita telah memurnikan ibadah baik tujuannya (Karena Allah) maupun sumbernya (Alqur’an dan Hadits). &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(16, 24, 66);font-size:11;" &gt;Amin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-6170899308395667030?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/6170899308395667030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=6170899308395667030' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/6170899308395667030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/6170899308395667030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2007/07/bidah-dalam-agama.html' title='bid&apos;ah dalam agama'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1Y4psvmUI/AAAAAAAAAAc/1IaLrGkZoL0/s72-c/Image-01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-4646961200811626301</id><published>2007-07-18T06:52:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T06:58:29.763+07:00</updated><title type='text'>Wahai putriku</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1XZ5svmTI/AAAAAAAAAAU/GlClOXHpvms/s1600-h/herman%284%29.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1XZ5svmTI/AAAAAAAAAAU/GlClOXHpvms/s200/herman%284%29.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5088319256495364402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;............Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar..............&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Putriku tercinta! Aku seorang yang telah cukup berusia. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan masa remaja. Aku telah mengunjungi beberapa negeri, dan berjumpa dengan banyak orang. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi semoga jelas buatmu, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Kami telah mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian pundak,lengan, betis dan lehernya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Kami belum menemukan cara ampuh untuk memperbaiki semua itu, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu dan tangan Allah. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu : silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya, kecuali ia adalah laki-laki yang faham agamanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan ! setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan! &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engakulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang, akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati? &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara? &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, kalaupun seorang wanita memilikikebebasan tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Mereka yang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab : &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Pertama : karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Kedua : mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Barat, menjadikan negeri barat bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai atau di kolam renang. Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia atau negeri barat yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak? &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Inilah nasehatku padamu, putriku. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun &lt;/span&gt;&lt;st1:state style="font-family: georgia;" st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; menjadi baik. &lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family:georgia;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Abahmu, &lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family:georgia;"&gt; Herman Gunadi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;     &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-4646961200811626301?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/4646961200811626301/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=4646961200811626301' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4646961200811626301'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/4646961200811626301'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2007/07/wahai-putriku.html' title='Wahai putriku'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/Rp1XZ5svmTI/AAAAAAAAAAU/GlClOXHpvms/s72-c/herman%284%29.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-62601899799982739.post-7064352830782475038</id><published>2007-07-18T06:24:00.000+07:00</published><updated>2007-07-18T07:22:50.536+07:00</updated><title type='text'>Kedahsyatan bersyukur</title><content type='html'>&lt;pre  style="font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Mari kita perhatikan dan renungkan ayat-ayat berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"..Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur"&lt;br /&gt;(QS Al Baqoroh:243)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka&lt;br /&gt;bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur.(QS Al A'raaf:10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat itu dijelaskan, memang kebanyakan manusia itu tidak bersyukur, padahal Alloh sudah memberikan&lt;br /&gt;karunia, kenikmatan dan kefadholan yang sangat banyak kepada manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya.&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (Q.s. an-Nahl: 18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cerita tentang bagaimana seseorang memiliki sebuah trik agar selalu bisa bersyukur.&lt;br /&gt;Saya cukup terkesan dengan caranya yang unik, yaitu dengan cara mengantongi sebuah batu di saku celananya.&lt;br /&gt;Keliatannya cara itu cukup simple dan aneh, tapi cukup bermanfaat bagi si empunya batu, ketika dia&lt;br /&gt;memegang batu itu, maka dia jadi teringat untuk mengucapkan kalimat syukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari cerita tentang batu reminder syukur diatas, Saya jadi ingat sebuah nasehat, bahwa kita supaya selalu&lt;br /&gt;mencari jalannya bersyukur. Jalan syukur cukup banyak, ketika kita berada di perempatan jalan melihat&lt;br /&gt;orang yang menjadi pengemis, maka kitapun menjadi tersadar bahwa keberadaan kita lebih baik dari mereka,&lt;br /&gt;maka mulut dan hati kita pun mengucapkan kalimat syukur Alhamdulillah...Ya Alloh, engkau karuniai aku&lt;br /&gt;dengan nikmat rizki yang cukup dan barokah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu menengok sahabat di rumah sakit, kita bisa menyaksikan orang-orang yang sedang kehilangan nikmat&lt;br /&gt;sehatnya, terbaring di ranjang rumah sakit,terapi obat-obatan, belum lagi dengan biaya rumah sakit yang&lt;br /&gt;tinggi, tentunya mulut dan hati kitapun akan terucap kalimat Alhamdulillah..Ya Alloh, engkau beri aku nikmat&lt;br /&gt;sehat !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Kedahsyatan kalimat syukur bisa kita lihat di hasil penelitian Dr. Masaru Emoto, seorang ilmuwan&lt;br /&gt;jepang, dimana ketika sebuah air di beri ucapan kalimat syukur, terima kasih, maka molekul airnya membentuk&lt;br /&gt;sebuah kristal-kristal yang indah dan mempesona..padahal tubuh manusia 75% terdiri dari air, Otak 74,5% air,&lt;br /&gt;Darah 82% air, Tulang yang keras pun mengandung 22% air. Betapa dahsyatnya tubuh manusia ketika setiap&lt;br /&gt;detiknya, menitnya dan jamnya selalu dihiasi dengan kalimat syukur Alhamdulilah...?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur merupakan salah satu kunci utama untuk sukses. J.R.Murphy, penulis buku "Your Infinite power to&lt;br /&gt;be rich" mengatakan: " seluruh proses menuju kekayaan mental, material dan spiritual dapat diringkas dalam&lt;br /&gt;satu kata: Syukur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Erbe Sentanu, penulis buku "Quantum Ikhlas" mengatakan: kalau anda ingin sukses, maka bersyukurlah lebih keras!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu&lt;br /&gt;mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".(QS. Ibrahim:7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosululloh SAW telah memberi contoh tentang bersyukur, seperti dalam Hadis riwayat Aisyah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jika Rasulullah saw. melaksanakan salat, beliau berdiri (lama sekali) sampai kedua kaki (telapak) beliau&lt;br /&gt;pecah-pecah. Aisyah ra. bertanya: Wahai Rasulullah, kenapa engkau berbuat seperti ini padahal dosamu yang&lt;br /&gt;terdahulu dan yang akan datang telah diampuni? Lalu beliau menjawab: Wahai Aisyah, apakah aku tidak ingin&lt;br /&gt;menjadi seorang hamba yang bersyukur" (HR Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka marilah kita biasakan untuk selalu mensyukuri nikmat-nikmat Alloh SWT yang telah diberikan kepada&lt;br /&gt;kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mohon maaf jika tidak berkenan.&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/62601899799982739-7064352830782475038?l=herman354.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://herman354.blogspot.com/feeds/7064352830782475038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=62601899799982739&amp;postID=7064352830782475038' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/7064352830782475038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/62601899799982739/posts/default/7064352830782475038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://herman354.blogspot.com/2007/07/kedahsyatan-bersyukur.html' title='Kedahsyatan bersyukur'/><author><name>herman.gunadi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16135657005807416827</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='29' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_s4D0wrMTBrg/SUNUxJ2VQYI/AAAAAAAAADo/3M41IhFS0VM/S220/Snapshot+2007-10-27+07-32-35.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
